Eropa Krisis Energi, Arcandra: Waspadai Umur PLTU Diperpanjang

Komisaris Utama PT Pertamina Gas Negara (PGN), Arcandra Tahar.
Sumber :
  • Repro youtube PGN

VIVA – Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar menilai ada hal mencurigakan dari gelaran COP26 di Gasglow tahun lalu. Di mana pada hal PLTU kata-katanya berubah dari phaseout Batu Bara menjadi phasedown.

Tutorial Klaim Saldo DANA Gratis Rp260 Ribu Hari Ini Kamis 20 Maret 2025, Cek di Sini!

Menurut Arcandra, phaseout itu sudah jelas adalah menutup pembangkit batu bara, tetapi yang keluar dari negara-negara yang butuh batu bara menjadi phasedown yang artinya mengurangi.

"Jadi ditentang habis-habisan soal batu bara ini, terlebih 65 persen batu bara dikonsumsi oleh China dan India, dan itu real mereka sangat butuh," kata Arcandra di PGN Energy Economic Outlook 2022, Rabu 12 Januari 2022.

Link Saldo DANA Kaget Hari Ini Kamis 20 Maret 2025, Cara Mendapatkan dan Klaimnya!

Tak sampai di situ, kondisi tersebut kata Arcandra juga masih diikuti adanya krisis energi di Eropa, sehingga ketersediaan listrik dari batu bara disaat musim dingin dibutuhkan untuk pemanas mereka.

"Renewable energi tak mampu menggantikannya, yang dilirik di Eropa saat musim dingin butuh pemanas, apa yang mereka pilih? gunakan batu bara atau membiarkan warganya mati kedinginan, maka akan pilih hidupkan kembali batu baranya," ujarnya.

Eks Dirut Pertamina Nicke Widyawati Dicecar KPK Terkait Holding Minyak dan Gas

Pembangunan PLTU Lontar Balaraja

Photo :
  • VIVA/Muhamad Solihin

Untuk itu, lanjut Komut PGN tersebut adalah Indonesia mesti mewaspadai eksisting PLTU di dunia akan diperpanjang umurnya. Karena yang PLTU baru sudah tidak akan dibangun karena kesulitan dananya.

"Kemudian tidak ada dana yang tersedia, mereka akan berpikur ulang, ok PLTU yang ada saya perbaiki benahi dengan dana yang tersedia agar umurnya bisa diperpanjang," ungkapnya. 

Petugas mengecek pasokan LPG Bright Gas

Gas Nasional Hadapi Ketidakseimbangan Pasokan, Penyebabnya Infrastruktur yang Lambat

Pakar Energi Nasional, Prof. Herman Agustiawan mengungkapkan bahwa meskipun Indonesia memiliki cadangan gas yang melimpah, pemanfaatannya masih sangat terbatas.

img_title
VIVA.co.id
21 Maret 2025