Muhammad Gamari Sutrisno Kaget Dipecat PKS
Jumat, 8 April 2016 - 16:02 WIB
Sumber :
- ANTARA
VIVA.co.id
- Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah resmi memecat Muhammad Gamari Sutrisno, kader mereka yang duduk di Komisi I DPR RI. Gamari dipecat dari keanggotaan PKS karena melakukan pelanggaran disiplin dan pelanggaran syariah.
Gamari saat dikonfirmasi mengaku kaget dengan keputusan partainya tersebut. Ia bahkan belum menerima pemberitahuan atau surat pemecatan dari PKS.
Baca Juga :
PKS Ingin Usung Duet Risma-Sandiaga
Meski begitu, Gamari mengakui pernah mengikuti persidangan internal PKS. "Proses persidangan memang sudah ada, namun tata beracara dalam persidangan membingungkan," ujarnya.
Dengan kondisi seperti itu, Gamari merasa diperlakukan tidak adil. Ia merasa diperlakukan seperti Fahri Hamzah. "Kurang lebih seperti itu. Menurut saya peradilan yang tidak adil," tegasnya.
Fahri Hamzah, yang juga Wakil Ketua DPR, sebelumnya juga dipecat melalui surat dari Majelis Tahkim (Mahkamah Partai) PKS. Dalam surat tersebut tercantum putusan kalau Fahri Hamzah dipecat dari semua jenjang keanggotaan PKS.
Surat itu tertanggal 11 Maret 2016 dan keputusan dibuat berdasarkan rekomendasi Badan Penegak Disiplin Organisasi (BPDO) untuk memecat politikus asal Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) itu.
Namun, Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menyatakan akan melawan keputusan Majelis Tahkim PKS atas pemecatan dirinya. Fahri mengaku akan memperkarakan keputusan Presiden PKS Sohibul Iman dan para petinggi PKS lainnya, yang turut serta mengambil keputusan tersebut secara sepihak.
"Saya akan melakukan hak saya sebagai warga negara untuk mencari keadilan, dan mengajukan tindakan yang dilakukan melawan hukum. Dan tindakan lainnya yang kami identifikasikan," kata, Fahri di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin 4 April 2016. (ren)
Baca Juga :
Halaman Selanjutnya
Meski begitu, Gamari mengakui pernah mengikuti persidangan internal PKS. "Proses persidangan memang sudah ada, namun tata beracara dalam persidangan membingungkan," ujarnya.