Menkominfo Sebut Singapura Sudah Punya Angkatan Siber, RI Negara Besar Belum

Menkominfo Budi Arie Setiadi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat, 16 Agustus 2024
Sumber :
  • VIVA.co.id/Yeni Lestari

Jakarta, VIVA - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi mengaku setuju dengan pembentukan Angkatan Siber sebagai matra keempat di TNI

Menurut dia, itu diperlukan karena menjadi hal yang krusial yang menyangkut pertahanan negara. Dia meyakini dalam beberapa puluh tahun ke depan, peperangan bukan dilakukan secara fisik melainkan secara siber.

"Siber sebagai pertahanan negara itu sudah menjadi perhatian seluruh dunia," kata Budi Arie kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu, 4 September 2024.

Ilustrasi serangan siber.

Photo :
  • Kaspersky

Budi melanjutkan, Indonesia sebagai negara besar memerlukan pertahanan siber yang kuat. Menurut Ketua Umum Projo itu, negara-negara maju pun sudah memiliki pertahanan siber untuk mengantisipasi perang nonfisik tersebut.

"Singapura sudah punya angkatan keempat, Angkatan Siber. Kita ini negara sebesar ini memerlukan cyber defence yang kuat," imbuhnya.

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengakui telah menerima perintah dari Presiden Joko Widodo untuk membentuk Angkatan Siber sebagai matra keempat di institusi TNI.

AS Rilis Sejumlah Bantuan Militer yang Diberikan ke Ukraina, Ini Daftarnya

Agus menekankan, saat ini TNI sudah punya satuan siber. Menurutnya satuan ini sangat bergantung kepada kemampuan sumber daya manusia.

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat

Photo :
  • VIVA.co.id/Yeni Lestari
Pimpinan Komisi I DPR Sebut Seskab Teddy Tak Perlu Mundur

"Saya sudah diperintah Pak Presiden, kemarin juga dari MPR waktu pidato, untuk membuat TNI Angkatan Siber," kata Agus beberapa hari lalu.

Ilustrasi pengangguran

Jangan Iri! Pengangguran di Singapura Akan Dapat Gaji Rp74 Juta per Bulan dari Pemerintah

Mulai pertengahan April, warga yang kehilangan pekerjaan tanpa disengaja, akan mendapatkan bantuan tunai hingga USD6.000 atau setara Rp73,8 juta, selama enam bulan.

img_title
VIVA.co.id
14 Maret 2025