Dukung Presidential Club Ala Prabowo, Zulhas: Ide Bagus, Kepentingan Merah Putih

Zulkifli Hasan dan Prabowo
Sumber :
  • Dok. Istimewa

Jakarta - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan alias Zulhas menyatakan mendukung keinginan Presiden RI terpilih Prabowo Subianto membentuk Presidential Club. Bagi dia, ide Prabowo bagus.

Prabowo Sambangi Kemenkeu Cek Tutup Buku APBN, Sri Mulyani: Pertama Kalinya Presiden Datang

Zulhas menyebut ide yang digagas Prabowo sangat brilian karena para presiden terdahulu dan presiden yang sedang menjabat akan bisa bertukar pikiran dalam satu forum. "Itu ide yang sangat bagus dari Pak Prabowo," kata Zulhas saat ditanyai awak media, Rabu, 8 Mei 2024.

Selain itu, Zulhas menilai  gagasan itu jika terealisasi maka akan menyatukan kembali para presiden terdahulu yang kini dirasa minim berkomunikasi.

Respons Kebijakan PPN, Ketua Komisi VII DPR: Keberpihakan Prabowo ke Rakyat Kecil Tak Perlu Diragukan Lagi

"Apa sih artinya kepentingan kelompok, golongan partai dibandingkan kepentingan Indonesia. Jelas hanya kepentingan merah putih,” ujarnya.

Prabowo Subianto temani Jokowi bertemu dengan PM Singapura Lee Hsien Loong

Photo :
  • Instagram @jokowi
Fahri Yakin Presiden Prabowo Tak Ada Niat Persulit Rakyat dengan PPN 12%

Ia menyampaikan, jika rencana tersebut bisa terjadi. Maka, cita-cita bersama untuk mewujudkan Indonesia emas pada tahun 2045 dapat terealisasi.

Kemudian, dia juga berharap dengan adanya Presidential Club, bisa menyatukan mantan-mantan Presiden Indonesia untuk memberikan masukan demi kemajuan negara. "Tujuannya agar tahun 2045 kita betul-betul bisa mewujudkan Indonesia maju," imbuhnya.

Usulan Presidential Club ala Prabowo menuai pro dan kontra. Dari pihak yang kontra seperti politikus PDIP Masinton Pasaribu menilai wacana Prabowo itu hanya gimmick politik dan buang-buang waktu.

Presiden Prabowo Subianto

Prabowo Terima IHPS I Tahun 2024 dari BPK

Presiden RI Prabowo Subianto menerima Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) I Tahun 2024 dari Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Isma Yatun, di Istana Merdeka.

img_title
VIVA.co.id
3 Januari 2025