UU PDP Disahkan, Pakar Sebut Bentuk Komisinya Seperti KPK

Pakar Media Sosial Drone Emprit, Ismail Fahmi.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Misrohatun Hasanah

VIVA Politik – Undang-undang Perlindungan Data Pribadi atau UU PDP, telah disahkan oleh DPR dan pemerintah. Pasca disahkan, maka aturan turunannya dari Presiden Joko Widodo yang dinantikan. Termasuk pembentukan komisi independen.

Beri Kuliah Umum di Jepang, Anies Baswedan Berpesan Aktif Kawal Demokrasi Indonesia

Pakar media sosial Indonesia Ismail Fahmi meminta pemerintah segera membentuk komisi independen perlindungan data pribadi (PDP) setelah DPR RI mengesahkan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi.

"Kita tunggu Pak Jokowi membuat turunan (UU PDP) untuk membentuk tim ini," ujar Ismail Fahmi di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat, dikutip dari Antara, Sabtu 24 September 2022.

KPU Terima Berkas Pendaftaran Masinton Sebagai Bacabup Tapanuli Tengah

Menurut Ismail, komisi PDP harus independen semacam Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan tidak boleh sekadar berbentuk satuan tugas (Satgas) atau berada di bawah kementerian dan lembaga.

Di sejumlah negara maju seperti di Singapura, juga sudah lama dibentuk Personal Data Protection Commission Singapore, demikian pula sejumlah negara di Eropa.

Hujan Diprakirakan Landa Banda Aceh Sepekan ke Depan, Ini Penyebabnya

"Tidak bisa dalam bentuk Satgas di bawah kementerian dan lembaga, itu nanti akan memperlemah saja," ucap pendiri Done Emprit itu.

Menurut dia, terkait perlindungan data pribadi, selama ini Kominfo telah menyusun berbagai regulasi, sedangkan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) bertugas mengedukasi dan memperkuat perlindungan PDP.

"Sedangkan yang membuat panduan, aturan dan memberi sanksi denda itu belum ada. Jadi adanya di UU PDP ini di mana lembaga (perlindungannya) itu belum ditetapkan masih diserahkan kepada Presiden," ujar dia. (Ant)

Megawati Nampak Menangis Ketika Berziarah ke Makam Imam Bukhari

Tangis Megawati Soekarnoputri Pecah saat Berdoa di Makam Imam Bukhari

Presiden Ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri tidak kuasa menahan haru saat berziarah ke makam Imam Besar Al Bukhari di Desa Khartang, Samarkand, Uzbekistan. Mega juga berdoa.

img_title
VIVA.co.id
21 September 2024