LSI Denny JA: Kalau Ustaz Abdul Somad Netral, Jokowi-Ma'ruf Menang

Ustaz Abdul Somad
Sumber :
  • ANTARA Foto/Feny Selly

VIVA – Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA mengungkapkan kekuatan figur tokoh agama atau ulama di masing-masing kubu pasangan capres-cawapres cukup signifikan dalam meraih dukungan.

UAS: Tugas Negara Bukan Kasih Makan Anak, Tapi Ngasih Kerja Bapaknya

Kedua pasangan capres-cawapres tidak bisa hanya bergantung pada figurnya sendiri, tapi perlu bantuan figur lain untuk menaikkan dukungannya. Dalam hal ini, tokoh agama yang juga cukup populer di media sosial dapat membantu menaikkan suara terhadap salah satu pasang capres-cawapres.

Di kalangan tokoh agama ini, memang ada yang terang-terangan mendukung pasangan tertentu. Ada yang berupaya netral tapi gesturnya seperti mendukung salah satu pasang. Ada pula yang benar-benar tidak ingin menunjukkan dukungannya pada salah satu pasang.

Bahlil: Saya yang Usulkan Pilpres 2024 Ditunda Ketika Jadi Menteri Investasi, bukan Jokowi

Seperti halnya ustaz yang populer di media sosial, Ustaz Abdul Somad, Ustaz Adi Hidayat dan KH Abdullah Gymnastiar atau biasa disapa Aa Gym, sebelumnya identik dengan Prabowo-Sandiaga. Walau mereka sendiri sudah menegaskan tak ingin terlibat dalam hal dukung mendukung di pilpres.

Tapi menurut peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa, apabila sejumlah tokoh agama tersebut berada di tengah dan tidak menunjukkan dukungan politiknya, itu akan menguntungkan pasangan nomor 01, Jokowi-Ma'ruf.

Perbedaan Pandangan Gus Miftah dan UAS Soal Ucapan Selamat Natal Tuai Sorotan

"Netral aja atau berada di tengah-tengah, sudah cukup sebuah kemenangan (untuk Jokowi-Ma'ruf) karena di pemilih muslim sendiri (Jokowi-Ma'ruf) sudah unggul sebenarnya," kata Ardian, di kantor LSI Denny JA, Jalan Pemuda Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa, 5 Maret 2019.

Sebaliknya, apabila seorang tokoh agama yang sebelumnya memiliki gestur politik mendukung Prabowo-Sandi kemudian memilih untuk berada di tengah, ini merupakan sebuah kerugian bagi Prabowo-Sandi.

"Keadaan ini juga akan merugikan Prabowo Sandi. Memang di awal-awal dia lebih identik dengan ustaz yang ada ini, kemudian ustaz ini berada di tengah, ya sedikit banyak akan pengaruhi dukungan yang diperoleh Prabowo-Sandi," ujarnya.

Sejauh ini, Ardian menegaskan, Jokowi-Ma'ruf masih unggul di segmen pemilih muslim. "Kalau ustaz berada di tengah, dalam artian menyerukan silakan kepada pengajian jemaah. Pilih sesuai dengan keyakinan tanpa mengarahkan dukungannya ke arah mana, ini akan untungkan Jokowi-Ma'ruf," ujarnya. (ase)

Kantor Danantara

Terpopuler: Mantan Koruptor Jadi Ketua Tim Pakar Danantara, 20 Oknum TNI Serang Polres Tarakan

Berbagai artikel di kanal Trending berhasil mencuri perhatian pembaca VIVA, mulai dari mantan koruptor jadi Ketua Tim Pakar Danantara, hingga 20 oknum TNI serang Polsek.

img_title
VIVA.co.id
26 Februari 2025