TNI dan Militer 35 Negara Latihan Bersama di Sentul
Kamis, 14 Agustus 2014 - 13:21 WIB
Sumber :
- VIVAnews/Adri Irianto
VIVAnews
- Sejumlah perwira Tentaran Nasional Indonesia (TNI) dan para perwira militer dari 35 negara akan menjalani latihan bersama tentang operasi pemeliharaan perdamaian dunia.
Latihan hasil kerja sama TNI dengan Global Peace Operation Initiative (GPOI) Amerika Serikat itu diselenggarakan di Pusat Misi Pemelihara Perdamaian TNI di Sentul, Bogor, Jawa Barat, pada 17 Agustus sampai 1 September 2014. Diikuti 486 peserta dari 35 negara, di antaranya, Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Jerman, Jepang, Malaysia, Korea Selatan, Thailand, Singapura, Yordania, dan lain-lain.
Sebagaimana siaran pers yang dikirimkan Pusat Penerangan TNI kepada
Baca Juga :
Apresiasi Menjelang Lebaran dari Pertamina : Harga BBM Non-Subsidi Turun Mulai 29 Maret 2025
Latihan hasil kerja sama TNI dengan Global Peace Operation Initiative (GPOI) Amerika Serikat itu diselenggarakan di Pusat Misi Pemelihara Perdamaian TNI di Sentul, Bogor, Jawa Barat, pada 17 Agustus sampai 1 September 2014. Diikuti 486 peserta dari 35 negara, di antaranya, Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Jerman, Jepang, Malaysia, Korea Selatan, Thailand, Singapura, Yordania, dan lain-lain.
Baca Juga :
Sebagian Kota Besar di Indonesia akal Diguyur Hujan Hari Ini, BMKG Keluarkan Peringatan Dini
Sebagaimana siaran pers yang dikirimkan Pusat Penerangan TNI kepada
VIVAnews,
Kamis, 14 Agustus 2014, latihan bersama itu dibagi dalam tiga tahap. Tahap pertama, 19-21 Agustus, yaitu
Senior Training Seminar
. Tahap ini melibatkan 28 peserta dari 17 negara, yaitu Bangladesh, Filipina, Indonesia, Inggris, Jepang, Jerman, Yordania, Kamboja, Kanada, Korea Selatan, Malaysia, Mongolia, Nepal, Perancis, Srilanka, Thailand, Vietnam, dan dari Amerika Serikat.
“Latihan ini bertujuan meningkatkan pemahaman tentang aspek-aspek multidimensi dari kemungkinan operasi perdamaian yang kompleks, membahas tantangan-tantangan utama dalam misi-misi perdamaian guna meningkatkan kemampuan kontingen dalam setiap misi, dan memberikan saran serta tindakan nyata untuk mengatasi kendala-kendala dalam latihan guna meningkatkan kemampuan kontingen dalam kesiapan operasional,” Komandan Pusat Misi Pemelihara Perdamaian TNI, Brigjen TNI AM Putranto.
Tahap kedua, yaitu
Staff Training Event
, pada 17 Agustus-1 September 2014. Melibatkan 96 peserta dari 30 negara, di antaranya, Australia, Afrika Selatan, Bangladesh, Brazil, Brunei Darussalam, Equador, Filipina, Guatemala/Peru, India, dan lain-lain.
Tujuan latihan tahap ini adalah untuk melatih para perwira staf yang disiapkan untuk penugasaan pada misi pemeliharaan perdamaian PBB, meningkatkan intensitas latihan pratugas bagi personel yang diarahkan dalam penugasan sebagai perwira staf di markas misi PBB. Selain itu juga untuk meningkatkan kesiapan dan kemampuan personel dalam melaksanakan koordinasi pada operasi perdamaian multidimensi di markas-markas PBB, dan mengembangkan kemampuan staf markas.
Tahap ketiga, yakni
Field Training Event,
pada 19 Agustus-1 September 2014. Latihan ini melibatkan 360 peserta dari 9 negara, di antaranya, Amerika Serikat, Bangladesh, Filipina, Indonesia, Jepang, Kamboja, Mongolia, Nepal, dan Tanzania.
Latihan itu untuk membina hubungan yang baik antara TNI dan US Pasific Command dan meningkatnya kemampuan
capacity building
Pusat Misi Pemelihara Perdamaian TNI untuk menjalankan peranan sebagai regional peace keeping operation.
Selain itu juga untuk meningkatkan kemampuan dan kesiapan personel TNI dan negara-negara lain yang terlibat dalam latihan untuk melaksanakan tugas sebagai
troop contributing countries
dalam suatu misi PBB, serta meningkatkan
interoperability
personel TNI dan US Pasific Command dalam pelaksanaan tugas pokok operasi pemelihara perdamaian.
Latihan bersama itu akan dibuka oleh Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko bersama General Vincent K. Brooks, Commanding General of United States Army Pacific, di Pusat Misi Pemelihara Perdamaian TNI di Bogor pada 19 Agustus 2014.
Halaman Selanjutnya
VIVAnews,