BNPB Tegaskan OMC Tetap Berjalan Meski Jabar-DKI Jakarta Diprediksi Hujan Ringan

Kepala BNPB, Suharyanto di Kantor Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Kamis, 27 Maret 2025
Sumber :
  • VIVA.co.id/Yeni Lestari

Jakarta, VIVA – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto menegaskan operasi modifikasi cuaca (OMC) tetap berlanjut. Meskipun, wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat diprediksi hanya mengalami hujan ringan jelang Lebaran 2025.

Pohon Tumbang Timpa Mobil hingga Pemotor di Bogor, 2 Orang Jadi Korban

“Jadi OMC itu tidak dihentikan. Jadi kalau memang nanti BMKG memberikan informasi ringan hujannya, kecil, tidak mengakibatkan banjir, ya kita hentikan," kata Suharyanto kepada wartawan di Kantor Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Kamis, 27 Maret 2025.

Kepala BNPB, Suharyanto di Kantor Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Kamis, 27 Maret 2025

Photo :
  • VIVA.co.id/Yeni Lestari
Aceh Besar Diguncang 47 Kali Gempa, BMKG Sebut Sesar Seulimeum Jadi Penyebabnya

"Tetapi begitu ada informasi ini bahaya, lebat, ekstrim, segera kita masuk lagi,” sambungnya. 

Suharyanto mengakui, pihaknya menyetop rekayasa cuaca pada tanggal 20 Maret 2025. Namun, rekayasa cuaca kembali dilanjutkan melihat prediksi pada 25 Maret - 1 April 2025.

BNPB Sebut Belum Ada Data WNI Jadi Korban Gempa di Myanmar

“Sejak tanggal 20 berhenti, kemudian kita prediksi lagi sampai sekarang 25, sampai tanggal 1 April, sampai dengan hari raya, tadi sudah saya katakan. Jadi yang kita akan rekayasa adalah Jawa Barat. Untuk DKI, informasi dari BMKG, hujannya ringan,” ungkap dia.

Di sisi lain, dia mengungkap ada ancaman banjir rob yang akan melanda Jakarta pada periode 28 Maret sampai 1 April 2025. 

Pihaknya pun telah berkoordinasi dengan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengenai mitigasi terkait ancaman banjir rob tersebut.

"Hanya ada ancaman banjir rob mulai tanggal 28 (Maret) sampai tanggal 1 (April). Nah tadi Pak Gubernur DKI juga dengan kami sudah melakukan langkah-langkah mitigasinya," tutur Suharyanto.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya