Demo Mahasiswa ‘Indonesia Gelap’ Kritik Program MBG: Siangnya Gratis, Malamnya Tak Bisa Makan

Aksi unjuk rasa mahasiswa 'Indonesia Gelap'
Sumber :
  • VIVA.co.id/Andrew Tito

Jakarta, VIVA — Aksi unjuk rasa bertajuk 'Indonesia Gelap' yang digelar oleh mahasiswa di sekitar Patung Kuda Arjuna Wijaya, Jakarta Pusat, berlangsung dengan tensi tinggi. Demonstran membakar ban sebagai bentuk protes, menuntut evaluasi terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ungkap Rahasia Produksi JUMBO, Animation Program Binus University Perkuat Ekosistem Animasi Indonesia 

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Senin 17 Februari, api mulai menyala tepat pukul 17.02 WIB. Asap hitam dari ban yang terbakar mengepul di udara, menyelimuti kawasan sekitar dan menarik perhatian pengguna jalan yang melintas.

Tiga mobil komando tampak berjajar di depan titik pembakaran. Dari atas mobil, orator terus menyampaikan tuntutan mereka. Salah satu orator menyoroti program MBG yang dinilai belum tepat sasaran.

Gegara Atlet Transgender, Trump Bekukan Dana Rp2,8 T untuk Universitas Pennsylvania

Mereka menggelar aksi unjuk rasa bertajuk “Indonesia Gelap”, sebuah bentuk protes terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai merugikan rakyat.

Photo :
  • VIVA.co.id/Andrew Tito

“Siangnya makan gratis, tapi malamnya tak bisa makan karena orang tuanya di-PHK!” seru salah satu orator, mengkritik dampak program yang menurut mereka belum menyelesaikan masalah utama, yakni ketahanan ekonomi keluarga.

Kejagung Kawal Anggaran Besar BGN yang Capai Rp171 T agar Tak Bocor

Dalam aksi tersebut, massa juga terlihat menarik-narik barier beton pembatas menggunakan spanduk. Gerakan ini sempat membuat situasi memanas.

Polisi yang berjaga di seberang lokasi segera memberikan peringatan agar para mahasiswa tetap menjaga ketertiban dalam menyampaikan aspirasi mereka. 

Aparat kepolisian menegaskan bahwa demonstrasi sebaiknya berlangsung damai dan tidak perlu ada tindakan provokatif seperti merusak fasilitas umum.

Hingga sore hari, aksi masih terus berlangsung dengan mahasiswa yang bergantian berorasi dari atas mobil komando. Sementara itu, aparat keamanan tetap bersiaga untuk memastikan situasi tetap terkendali.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya