Freddy Budiman Taubat Sebelum Dieksekusi Mati: Dzikir, Puasa Daud dan Makan Kurma Saat Berbuka
- Dok Kemenkum HAM.
VIVA Nasional – Nama Freddy Budiman kembali mencuat usai kabar mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri Ferdy Sambo divonis hukuman mati dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir J.
Diketahui bahwa gembong narkoba Freddy Budiman dieksekusi mati pada 2016 lalu. Melihat kilas balik eksekusi mati Freddy Budiman, ada kisah haru.
Koordinator Kerohanian Islam Lembaga Pemasyarakatan Se-Nusakambangan K.H. Hasan Makarim kala itu ditugaskan oleh Kejaksaan Agung mendampingi empat terpidana mati beragama Islam yang akan dieksekusi, salah satunya Freddy Budiman.
Dia mengaku memiliki kesan tersendiri terhadap Freddy Budiman karena saat baru kembali ke Nusakambangan, terpidana mati kasus narkoba yang selama hidupnya pernah mendekam di 16 lapas itu menemuinya untuk meminta nasihat.
Menurutnya, Freddy Budiman saat menjelang eksekusi tampak tegar dan siap dihukum eksekusi mati. Bahkan Freddy Budiman malah ucap syukur karena akan bertemu Tuhannya, Allah SWT.
“Dia mengaku sudah siap dieksekusi. Dia bilang alhamdulillah karena sebentar lagi akan bertemu Allah SWT,” ujarnya, dikutip dari ANTARA, Jumat, 17 Maret 2023.
Lebih lanjut, bahkan saat keluarganya datang, Freddy sungkem kepada ibunya sembari meminta ampun karena selama ini telah merepotkan. Freddy juga berpesan kepada anak-anaknya untuk rajin salat dan menjauhi narkoba.
Terkait pembinaan bagi empat terpidana mati yang akan dieksekusi, Hasan mengatakan hal itu dilakukan seperti biasa.
“Seperti biasanya, selama pendampingan, saya tidak pernah bicarakan kematian. Saya berikan zikir, doa, dan penguatan mental,” katanya.
Puasa sebelum di eksekusi mati
Saat menjelang malam eksekusi, kata dia, Freddy bersama tiga terpidana mati yang beragama Islam itu menjalankan puasa Daud dan makan kurma setelah berbuka.
Selanjutnya, keempat terpidana mati itu mengenakan pakaian warna putih yang dibawa Hasan dan diberi wewangian.
“Freddy kemudian berpamitan, bahkan berpelukan dengan petugas lapas sembari meminta maaf. Dia juga bilang, Insya Allah sebentar lagi saya bertemu Allah SWT,” katanya
Disinggung soal pesan terakhir Freddy, dia mengatakan terpidana mati itu minta dimakamkan di Surabaya dan minta agar jenazahnya dipakaikan kain ihram yang pernah dipakai keluarganya saat ibadah haji dan umroh.
“Kami sudah laksanakan permintaan Freddy dengan memakaikan tiga helai kain ihram pada jenazahnya,” terang Hasan.
Sementara Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten Cilacap Ajun Komisaris Besar Polisi Edy Santosa mengaku sempat bertemu dengan Freddy Budiman setelah terpidana mati kasus narkoba itu berada di Lapas Batu, Pulau Nusakambangan.
“Dia tampak tegar meskipun badannya agak kurusan. Dia bilang, jangan lupakan salat,” ujarnya.