Bareskrim Cek Sampel Obat Sirup Produksi Dua Perusahaan yang Ditarik BPOM

Gedung Bareskrim Polri
Sumber :
  • VIVA/Rahmat Fatahillah Ilham

VIVA Nasional – Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri Brigjen Pipit Rismanto mengatakan penyidik sedang mengambil sampel obat sirup yang diproduksi oleh dua perusahaan yang diduga melakukan tindak pidana sebagaimana temuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Bareskrim Tetapkan 2 Tersangka TPPU Kasus Judi Online Usai Sita Hotel Arrus

“Kita sedang pendalaman mengumpulkan semua sampel. Kita sedang menelusuri bahan baku yang digunakan,” kata Pipit saat dihubungi wartawan pada Jumat, 28 Oktober 2022.

Menurut dia, pemeriksaan sampel untuk mengetahui apakah produksi obat sirup yang dilarang BPOM melebihi kandungan atau tidak. Tentu, kata dia, untuk mengetahui hal itu harus diselesaikan dengan cara saintifik.

Presiden Korsel Yoon Suk Yeol Ditangkap, Penyidik Siap Cecar Pertanyaan Setebal 200 Halaman

Ilustrasi - Obat sirup

Photo :
  • ANTARA

“Apakah dari produksinya, apakah bahan bakunya, atau melebihi ambang batas, itu semua harus pakai scientific enggak bisa juga mempercepat kesimpulan,” katanya.

Penelitinya Kena Doxing, ICW Buat Laporan ke Bareskrim

Namun, Pipit belum bisa menyimpulkan apakah produksi obat sirup oleh dua perusahaan tersebut melebihi zat kandungan atau tidak. Sebab, proses pendalaman masih berjalan.

Lima produk sirup obat

BPOM mengawasi peredaran sirup obat yang diduga mengandung cemaran Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG). BPOM melakukan pengujian sampel terhadap 39 bets dari 26 sirup obat yang diduga mengandung cemaran EG dan DEG sesuai kriteria sampling dan pengujian.

Ilustrasi sirup obat batuk anak.

Photo :
  • iStockphoto.

Hasil sampling dan pengujian terhadap 39 bets dari 26 sirup obat sampai 19 Oktober 2022 menunjukkan adanya kandungan cemaran EG yang melebihi ambang batas aman pada 5 produk, yaitu:

1. Termorex Sirup (obat demam), produksi PT Konimex dengan nomor izin edar DBL7813003537A1, kemasan dus, botol plastik @60 ml.

2. Flurin DMP Sirup (obat batuk dan flu), produksi PT Yarindo Farmatama dengan nomor izin edar DTL0332708637A1, kemasan dus, botol plastik @60 ml.

3. Unibebi Cough Sirup (obat batuk dan flu), produksi Universal Pharmaceutical Industries dengan nomor izin edar DTL7226303037A1, kemasan Dus, Botol Plastik @ 60 ml.

4. Unibebi Demam Sirup (obat demam), produksi Universal Pharmaceutical Industries dengan nomor izin edar DBL8726301237A1, kemasan Dus, Botol @ 60 ml.

5. Unibebi Demam Drops (obat demam), produksi Universal Pharmaceutical Industries dengan nomor izin edar DBL1926303336A1, kemasan Dus, Botol @ 15 ml.

Belum disimpulkan

Namun demikian, hasil uji cemaran EG itu belum dapat mendukung kesimpulan bahwa penggunaan sirup obat tersebut memiliki keterkaitan dengan kejadian gagal ginjal akut.

Karena, selain penggunaan obat, masih ada beberapa faktor risiko penyebab kejadian gagal ginjal akut seperti infeksi virus, bakteri Leptospira, dan multisystem inflammatory syndrome in children (MIS-C) atau sindrom peradangan multisistem usai COVID-19.

Hasil uji 5 sirup obat dengan kandungan EG yang melebihi ambang batas aman, maka BPOM memerintahkan kepada industri farmasi pemilik izin edar untuk melakukan penarikan sirup obat dari peredaran di seluruh Indonesia dan pemusnahan untuk seluruh bets produk.

Penarikan mencakup seluruh outlet, antara lain pedagang besar farmasi, instalasi farmasi pemerintah, apotek, instalasi farmasi rumah sakit, puskesmas, klinik, toko obat, dan praktik mandiri tenaga kesehatan. Lalu, BPOM mengimbau masyarakat untuk waspada dan menjadi konsumen yang cerdas.

Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu Penuhi Panggilan KPK.

2 Kali Mangkir, KPK Buka Peluang Jemput Paksa Mba Ita Terkait Korupsi di Pemkot Semarang

Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu alias Mba Ita sudah dua kali dijadwalkan pemanggilan untuk diperiksa oleh KPK.

img_title
VIVA.co.id
20 Januari 2025