Risma Pamerkan Karya Disabilitas kepada Para Delegasi di Sentra Terpadu Inten Soeweno

Menteri Sosial, Tri Rismaharini
Sumber :
  • VIVA/Agus Setiawan

VIVA Nasional – Menteri Sosial Tri Rismaharini ajak para delegasi yang berpartisipasi dalam pertemuan tingkat tinggi Asia-Pasifik untuk melihat karya penyandang disabilitas di Sentra Terpadu Inten Soeweno Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Jumat 21 Oktober 2022.

Risma: Nilai Tawar Nelayan Cukup Rendah di Jawa Timur

Saat tiba di Sentra Terpadu Inten Soeweno para delegasi disambut musik angklung yang dimainkan oleh para penyandang disabilitas. Dalam kegiatan site visit guidance tersebut, Risma mengundang para disabilitas dari berbagai daerah hadir dan berpatisipasi dengan menunjukkan karya-karya yang sudah diproduksi.

Karya yang disuguhkan tersebut di antaranya kain batik, tongkat fiber untuk mengantisipasi bencana alam, kerajinan tangan, kursi roda, dan lainnya yang di produksi oleh para penyandang disabilitas sendiri.

Menginspirasi Lewat Aksi, Glafidsya Annual Awards untuk Apresiasi Kaum Disabilitas

Risma mengatakan saat ini sudah ada 31 sentra di Indonesia untuk penyandang disabilitas. Menteri Sosial mencoba membantu para disabilitas bisa mandiri tanpa memperlibatkan orang lain, juga didorong untuk menjadi seorang entrepreneur.

Menteri Sosial, Tri Rismaharini jajal kursi roda buatan penyandang disabilitas

Photo :
  • VIVA/Agus Setiawan

Cak Imin dan Gus Ipul Rapat Bersama, Bahas Data Tunggal hingga Pemberdayaan Sosial

“Kami mencoba membantu bagaimana saudara-saudara kita yang disabilitas mereka bisa mandiri secara ekonomi maupun aktivitas sehari-hari,”kata Risma saat kunjungan ke Sentra Terpadu Inten Soeweno Cibinong, Bogor.

Salah satu karya yang diperlihatkan yaitu kursi roda khusus untuk disabilitas. Kursi ini diharapkan bisa membantu para penyandang disabilitas untuk melakukan kegiatan sehari-hari.

Risma saat ini sedang fokus membantu para disabilitas lewat alat bantu. Menurutnya, para penyandang disabilitas itu yang dibutuhkan memang alat bantu.

“Sebetulnya yang dibutuhkan mereka adalah yang pertama itu memang alat bantu. Tapi yang kedua kemudian bagaimana untuk kehidupan mereka selanjutnya. Karena mereka tidak bisa menggantungkan kepada siapapun suatu saat, mereka harus bisa mandiri. Karena itu kemudian kenapa kita memberikan alat bantu,” pungkasnya.

Risma ajak para delegasi melihat karya disabilitas di STIS Cibinong

Photo :
  • VIVA/Agus Setiawan

Setelah memberikan alat bantu kepada penyandang disabilitas, mereka juga butuh suatu pemberdayaan. Salah satu penyandang disabilitas yang merasakan manfaat dari alat bantu ini ada Gading.

Dari awalnya mendapatkan uang Rp300 ribu, Gading mendapatkan uang bisa naik tiga kali lipat dengan alat bantu jualan yaitu motorcycle saat berjualan.

“Yang berikutnya adalah setelah itu pemberdayaan. Seperti Gading, kita bantu alat motorcycle untuk dia bisa berjualan. Kalau dia dulu menggunakan sepeda, dia dulu hanya dapat 300 sehari. Sekarang dia bisa sampai 1 juta lebih per hari,”ujar Risma. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya