KPK Usut Sumber Kekayaan Gubernur Sulsel Nonaktif Nurdin Abdullah

KPK Tangkap Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah
Sumber :
  • VIVA/M Ali Wafa

VIVA – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mendalami sumber harta kekayaan yang diperoleh Gubernur Sulawesi Selatan nonaktif Nurdin Abdullah. Setelah tertangkap terkait dugaan suap dan gratifikasi.

Takut Menjadi Bangkai, Sopir Truk Bagikan Ayam Hidup Saat Terjebak Macet 13 Jam

Penelusuran dilakukan KPK setelah merampungkan pemeriksaan terhadap Nurdin Abdullah; Sekretaris Dinas PUTR Pemprov Sulawesi Selatan (Sulsel) Edy Rahmat, dan Direktur PT Agung Perdana Bulukumba (APB) Agung Sucipto.

Ketiganya diperiksa sebagai tersangka suap dan gratifikasi terkait pengadaan barang dan jasa, perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemprov Sulsel.

Anak Bunuh Ibu Kandungnya Karena Kesal Sering Dimarahi, Diduga Alami Gangguan Kejiwaan

Baca juga: Jaksa Beberkan Bukti Habib Rizieq Undang Maulid Nabi di Petamburan

"Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan tersangka NA (Nurdin Abdullah) dan kawan-kawan dalam kapasitasnya masing-masing sebagai tersangka," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri kepada awak media, Jumat, 19 Maret 2021.

Tiga Owner Skincare Ternama di Sulsel Ditahan Polisi, Produk Kosmetiknya Mengandung Merkuri

Dalam pemeriksaan ini, tim penyidik mendalami tugas jabatan Nurdin selaku Gubernur Sulsel, dan Edy Rahmat selaku Sekretaris Dinas PUTR. Selain itu, tim penyidik juga mendalami harta kekayaan Nurdin dan Edy selaku penyelenggara negara.

"Untuk tersangka NA (Nurdin Abdullah) dan ER (Edy Rahmat) dikonfirmasi masing-masing antara lain mengenai tugas jabatannya dan kepemilikan harta kekayaan selaku penyelenggara negara," kata Ali.

Sedangkan terhadap Agung Sucipto, penyidik mendalami soal kegiatannya sebagai kontraktor di Sulsel.

“Sedangkan tersangka AS (Agung Sucipto) dikonfirmasi terkait dengan kegiatan usaha yang bersangkutan sebagai salah satu kontraktor di Sulawesi Selatan,” imbuhnya.

Ilustrasi Ka'bah di mekah tempat umat Islam memohon doa.

Heboh Aliran Sesat di Maros: Tambah Rukun Islam Jadi 11 dan Pergi Haji Tak Perlu ke Mekah

Sebuah aliran di Kabupaten Maros Sulsel menjadi sorotan publik. Aliran bernama Pangissengana Tarekat Ana' Loloa itu sontak menjadi heboh lantaran ajarannya dianggap sesat

img_title
VIVA.co.id
8 Maret 2025