Khofifah Ogah Lockdown, Mengklaim PPKM Berhasil di Jawa Timur

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama para kepala daerah di Malang Raya usai meresmikan Rumah Sakit Lapangan Ijen Boulevard di Kota Malang, Rabu, 16 Desember 2020.
Sumber :
  • VIVA/Lucky Aditya

VIVA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa pemerintah provinsi yang dia pimpin tidak memutuskan untuk menerapkan lockdown atau karantina wilayah dalam menekan kasus COVID-19. Jawa Timur memilih opsi pengetatan di lini bawah yang berpotensi terjadi kerumunan.

Sudah Ditemukan di Indonesia, Ini Bedanya Virus HMPV dan COVID-19?

Opsi itu diputuskan berdasarkan hasil koordinasi satuan tugas (satgas) COVID-19 Jawa Timur dengan 17 kabupaten/kota yang menerapkan PPKM jilid kedua. Pengetatan lini bawah yang dimaksud Khofifah, di antaranya mencegah kerumunan di pasar-pasar. "Kemudian penguataan kampung tangguh," katanya di Surabaya pada Jumat, 5 Februari 2021.

Untuk memastikan itu, bersama Kepala Polda Jawa Timur dan Pangdam V/Brawijaya, Khofifah menjadwalkan berkeliling di beberapa kabupaten/kota. Pada Minggu, 7 Februari, misalnya, Forkopimda akan mengecek pengetatan mobilitas masyarakat di titik kerumunan di lini bawah di Madiun, Trenggalek, dan Blitar.

Virus HMPV yang Merebak di China Telah Ditemukan di Indonesia, Kenali Gejala Ini

Baca: Menilik Wuhan Setahun setelah Lockdown Paling Ketat di Dunia

Khofifah mengklaim, opsi selain lockdown diambil karena tingkat penularan COVID-19 di Jawa Timur sudah makin melandai. Hanya di Madiun angka kasus positifnya masih perlu ditekan. "Selebihnya melandai sekali. Secara grafik data, ada penurunan cukup signifikan di daerah PPKM," ujarnya.

Deretan Fakta Virus HMPV yang Merebak di China, Akankah Jadi Pandemi Seperti Covid-19?

Khofifah juga mengklaim persentase pemakaian bangsal atau BOR rumah sakit rujukan di Jawa Timur kini juga sudah turun pada angka 54 persen, setelah sebelumnya sempat naik di angka 80 persen. "Artinya, standar WHO (BOR) 60 persen, sekarang ini sudah di bawah dibanding awal PPKM," katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, drg. Ani Ruspitawati.

Dinkes Jakarta Imbau Warga Tak Panik Hadapi HMPV: Tak Seperti Covid-19

Dinas Kesehatan Provinsi Jakarta, menyatakan virus Human Metapneumovirus atau HMPV, bukan virus baru dan sudah dikenal di dunia medis. Untuk itu, masyarakat jangan panik.

img_title
VIVA.co.id
9 Januari 2025