Syekh Ali Jaber Bercita-cita Ingin Dimakamkan di Lombok

Syekh Ali Jaber.
Sumber :
  • Instagram/ariekuntung

VIVA – Kabar duka datang dari ulama besar Tanah Air, Syekh Ali Jaber. Dia meninggal dunia dalam perawatan di salah satu rumah sakit di Jakarta. Ulama yang terkenal sangat santun saat menyampaikan ceramahnya itu, sempat mengutarakan ingin dimakamkan di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Dalam salah satu tayangan Youtube di akun Momot Meco yang diunggah 15 September 2020, Syekh Ali Jaber yang menggunakan pakaian serba putih itu menjelaskan bagaimana ia memiliki kedekatan khusus dengan Lombok.

Ia menceritakan, pernah salat Subuh berjemaah di Aceh dengan jumlah jemaah lebih kurang 35 ribu. Namun berbicara di hadapan jemaah di Lombok, Syekh Ali Jaber menuturkan bahwa ia lebih nyaman di Lombok.

Baca juga: Kabar Duka, Syekh Ali Jaber Meninggal Dunia

Dia punya banyak cerita dengan Lombok. Dia mengaku pertama kali berjuang di Indonesia adalah di Lombok, anaknya juga lahir di Lombok.

"Salah satu kakek saya meninggal mati syahid karena lawan pejajah Jepang di Lombok," katanya, dikutip dari tayangan Youtube tersebut.

Kakek langsung dari ibu juga lahir di Lombok. Maka ia mengaku hubungannya dengan Lombok cukup kuat.

"Jadi hubungan saya dengan Lombok, bahkan saya bercita-cita, ya Allah walaupun saya memilih dan memohon meninggal di Madinah, tapi kalau ya Allah kalau saya ditetapkan meninggal di Indonesia, mohon saya mau dimakamkan di Lombok," kata Syekh Ali Jaber, disambut tepuk tangan.

Lombok Diterjang Puting Beliung, Puluhan Rumah Rusak dan Satu Anak Luka

Dia mengatakan, punya rencana akan membimbing dan membina anak-anak di Lombok sebagai calon hafiz dan hafizah untuk acara hafiz Indonesia di salah satu stasiun televisi. Ia mengaku jarang melihat anak Lombok. 

"Lombok termasuk pulau kesayangan saya," katanya.

Kekeringan, Warga di Lombok Tayamum untuk Salat

Tidak ada penjelasan dari video tersebut, kapan ceramah Syekh Ali Jaber itu dilakukan, dan berlokasi di mana. (ase)

Tiga tersangka dugaan pencabulan santriwati saat diperiksa polisi (Satria)

Bejat! Oknum Pimpinan Ponpes, Anaknya, hingga Guru Cabuli Santriwati di Lombok

Tiga tersangka pelaku dugaan pencabulan terhadap seorang santriwati diamankan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Lombok Barat.

img_title
VIVA.co.id
28 Desember 2024