Setelah Bandung, Penderita HIV/AIDS di Kota Bekasi Tertinggi di Jabar

Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto
Sumber :
  • VIVAnews/Dani

VIVA – Orang dengan HIV/AIDS di Kota Bekasi menempati urutan kedua terbanyak di Jawa Barat setelah Kota Bandung. Jumlahnya mencapai 1.000 jiwa. Rata-rata tingginya angka orang dengan HIV/AIDS (ODHA) itu disebabkan pergaulan bebas. 

Kelompok Usia 20-24 Tahun, Tempati Jumlah Pengidap HIV/AIDS Terbanyak Kedua di Indonesia

"Memang kedua terbanyak sekarang. Untuk itu, tugas kita semua untuk memberikan motivasi buat mereka agar bisa mematikan penyebaran virus tersebut," kata Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, Selasa, 3 Desember 2019.

Menurut dia, pemerintah sudah berupaya melakukan pendampingan kepada seluruh ODHA. Salah satunya, dengan cara mengedukasi masyarakat agar tidak mengucilkan atau menjauhkan penderitanya.

Ustaz Adi Hidayat Ungkap Asal Muasal LGBT Hingga Timbulnya Virus HIV

Tingginya penyebaran HIV AIDS di Kota Bekasi, kata Tri, karena dipengaruhi struktur lingkungan, seperti pergaulan bebas, yang membuat orang terpapar virus mematikan itu. "Karena penyebarannya kan dari jarum suntik juga ada, dan seks bebas," ujarnya.

Pemerintah Kota Bekas bukan hanya mencegah penyakitnya, tetapi menjaga komitmen peningkatan kesadaran serta meminimalisasi penyebaran HIV/AIDS yang sudah begitu meresahkan. Di sisi lain, stigma negatif tentang ODHA pun perlu dihilangkan.

Angka Kasus HIV/AIDS di Indonesia Tinggi, Kapan Seseorang Perlu Tes HIV?

Sebab, penyakit tersebut tidak hanya berakibat melemahkan kekebalan tubuh, juga mengguncang psikologis penderitanya. Bagi keluarga, efek negatif juga terjadi karena HIV/AIDS dianggap sebagai aib, sehingga mereka perlu menyembunyikannya dari siapa pun.

Ilustrasi tawuran antar kelompok/kericuhan/bentrok.(istimewa/VIVA)

Berusaha Lerai Tawuran, Pemuda di Bekasi Malah jadi Korban Penganiayaan

Upaya seorang pemuda di Bekasi Utara, Kota Bekasi untuk menghentikan tawuran justru berujung tragis. Pemuda berinisial MJW, menjadi korban pengeroyokan brutal para pelaku

img_title
VIVA.co.id
2 Januari 2025