Tukang Pijat Terapi Positif Corona, Satu Desa Jalani Rapid Test Massal

Rapid Test Massal gara gara satu tukang pijat positif corona
Sumber :
  • dokumentasi tvOne

VIVA – Seorang tukang pijat terapi dinyatakan terinfeksi virus corona atau COVID-19. Hal itu membuat semua warga di salah satu dusun di desa Menadi, Pacitan, Jawa Timur harus menjalani rapid test massal. 

Sudah Ditemukan di Indonesia, Ini Bedanya Virus HMPV dan COVID-19?

Tim gugus tugas setempat melakukan rapid tes massal ini untuk mengetahui siapa saja warga di wilayah tersebut yang telah terinfeksi virus. Sehingga, penyebaran COVID-19 di wilayah tersebut biasa ditahan. 

Dilansir dari tvOne, sebelum dinyatakan positif COVID-19, pasien ke 20 di desa Menadi itu sempat menjalankan usahanya sebagai pemijat terapi bekam. Ia pun sempat tidak kooperatif saat didatangi tim gugus tugas setempat. Ia enggan menunjukkan siapa saja pasiennya beberapa waktu belakangan ini. 

Virus HMPV yang Merebak di China Telah Ditemukan di Indonesia, Kenali Gejala Ini

Baca Juga: Lihat Presiden Jokowi Marahi Menterinya, Amien Rais Tertawa

Untuk itu, petugas melakukan tracing dengan cara menggelar rapid tes massal. Tim gugus tugas menyampaikan sudah ada 91 orang yang menjalani rapid tes. Namun, masih ada beberapa warga yang belum terdata diakibatkan kurang koperatifnya warga setempat. 

Deretan Fakta Virus HMPV yang Merebak di China, Akankah Jadi Pandemi Seperti Covid-19?

Anggota tim satgas COVID-19 Pacitan, Dokter Netty Nurnaningtyas menyampaikan telah ditemukan enam orang yang reaktif dan diminta untuk karantina mandiri sebelum dilakukan swab test. 

"Dari hasil rapid pertama ini ditemukan enam orang reaktif. selanjutnya untuk mengetahui secara pasti paparan virus di desa ini warga reaktif dianjurkan jalani karantina mandiri sebelum dilakukan swab test," kata Netty dikutip, Kamis, 2 Juli 2020.

Untuk dapat memutus rantai penyebaran COVID-19 di desa Menadi, Tim gugus tugas akan melakukan karantina untuk seluruh warga yang berada di desa tersebut. 

"Sementara itu petugas gugus tugas penanganan COVID-19 berencana akan menerapkan karantina warga secara keseluruhan di desa tersebut selama empat belas hari," pungkasnya. 
 

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, drg. Ani Ruspitawati.

Dinkes Jakarta Imbau Warga Tak Panik Hadapi HMPV: Tak Seperti Covid-19

Dinas Kesehatan Provinsi Jakarta, menyatakan virus Human Metapneumovirus atau HMPV, bukan virus baru dan sudah dikenal di dunia medis. Untuk itu, masyarakat jangan panik.

img_title
VIVA.co.id
9 Januari 2025