Muncul Tagar Save Kalimantan dan Meme Sindir Kabut Asap Makin Pekat

Meme sindir kebakaran hutan di Kalimantan dan Sumatera
Sumber :
  • Twitter

VIVA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang makin meluas di wilayah Sumatera, Kalimantan dan Riau membuat kabut asap di wilayah tersebut makin pekat. Akibatnya, kualitas udara di wilayah tersebut makin buruk.

Beberapa dampak buruk dari pekatnya kabut asap membuat warga terganggu kesehatannya hingga menyebabkan jatuh korban jiwa seorang bayi berusia empat bulan di Sumatera Selatan karena infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA.

Kegiatan di luar ruangan juga terganggu, termasuk jadwal penerbangan. Beberapa sekolah di wilayah yang terdampak juga diliburkan. Akibat kondisi ini, warga di wilayah tersebut menjerit.

Mereka meminta pemerintah segera bertindak mengatasi masalah kabut asap yang kondisinya makin parah. Di jagat Twitter, tanda pagar #SaveKalimantan pun ramai. Mereka mengabarkan, kondisi yang kian memprihatinkan di sana, meminta perhatian dan bantuan dari semua pihak, terutama pemerintah.

Please human, save Kalimantan, save jungle and save my friends,” tulis salah satu warganet sambil menyertakan emoticon menangis dan tagar #SaveKalimantan.

Warganet juga mengunggah foto atau video yang menggambarkan pedihnya kondisi di sana akibat kabut asap yang makin tebal. Bahkan saking gemasnya, warganet membuat meme untuk menyindir pemerintah dan pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kondisi di sana, berikut di antaranya.

Kabut Asap di Jambi, SD dan SMP Daring, TK dan PAUD Libur
Kabut Asap Pekat Selimuti Sampit Kalteng, ISPU Tunjukkan Kualitas Udara Berbahaya
Kabut Asap di Palembang Makin Parah, SD dan SMP Bakal Terapkan Belajar Daring
Karhutla di Palangka Raya

77,11 Hektare Lahan di Palangka Raya Terbakar dalam 10 Bulan, BPBD Ingatkan Kejadian Tahun 2015

Dalam kurun waktu Januari hingga Oktober 2024, lahan seluas 77,11 hektare di Palangkaraya telah terbakar akibat 180 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

img_title
VIVA.co.id
25 Oktober 2024