Rombongan KPK dan Bupati Mesuji Tiba di Bandara Radin Inten II

Petugas Brimob Polda Lampung menjaga ruang tunggu VIP Bandara Radin Inten II.
Sumber :
  • VIVA.co.id/ Adrian (Lampung)

VIVA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya memberangkatkan empat orang terkait kasus dugaan korupsi di Mesuji ke gedung KPK di Jakarta. Bupati Mesuji Khamami turut dalam rombongan.

Khofifah Sambut Baik Rencana Prabowo Mau Retreat Kepala Daerah Terpilih

Kedatangan rombongan KPK dari Kabupaten Mesuji terpantau di ruang tunggu keberangkatan  Terminal Khusus VIP, Bandara Radin Inten II.

Sejumlah kendaraan Kepolisian terlihat parkir di sana. Pantauan di Bandara, Kamis, 24 Januari 2019 pukul 11.48 WIB, Khamami duduk di teras ruang tunggu mengenakan jaket, memakai masker dan berkaca mata.

Prabowo Mau Retreat Kepala Daerah Terpilih, Dasco: Ide Ini untuk Menyamakan Visi

Tak lama, rombongan langsung menuju ruang tunggu di dalam. Selanjutnya, petugas KPK pun langsung mengunci pintu masuk ke dalam ruang tunggu.

Kedua petugas Brimob Polda Lampung terlihat bersiaga menjaga teras ruang tunggu VIP Bandara Radin Inten II. "Maaf mas. Tolong jangan diganggu. Kami hanya melaksanakan tugas saja," ujarnya.

Anak Buah Prabowo Sebut Retreat Kepala Daerah untuk Samakan Visi dengan Pemerintah Pusat

Sebelumnya, tim Satuan Tugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan total 11 orang dalam operasi tangkap tangan di daerah Bandar Lampung, Mesuji, dan Lampung Selatan, Rabu malam, 23 Januari 2019. Rencananya, 11 orang tersebut akan dibawa ke Jakarta hari ini, Kamis, 24 Januari 2019.

Selain mengamankan 11 orang, tim juga menyita uang Rp1,2 miliar saat operasi tangkap tangan atau OTT di tiga lokasi berbeda di Lampung. Uang tersebut diduga hasil suap terkait proyek pengadaan barang dan jasa Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). (mus)

Anggota Komisi II DPR RI Rahmat Saleh

DPR Minta Mendagri Patuhi Jadwal Pelantikan Pemenang Pilkada Tak Berperkara

Anggota Komisi II DPR RI, Rahmat Saleh menilai wacana penundaan pelantikan kepala daerah hingga Maret 2025 tidak memiliki dasar yang kuat.

img_title
VIVA.co.id
15 Januari 2025