Isu Biodiesel B20 Bikin Filter Cepat Kotor, Ini Faktanya
VIVA – Mulai 1 September 2018, semua bahan bakar untuk mesin kendaraan jenis diesel diwajibkan mengandung minyak nabati 20 persen. Minyak tersebut didapatkan dari pengolahan tanaman kelapa sawit.
Dengan adanya peraturan itu, maka seluruh dispenser BBM diesel Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum atau SPBU yang ada di Indonesia, baik milik Pertamina maupun perusahaan lain, akan diisi oleh biodiesel B20.
Selain bisa mengurangi emisi gas buang yang dihasilkan dari pembakaran, biodiesel B20 juga tidak banyak mengubah konsumsi bahan bakar kendaraan. Hal itu didapatkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, saat melakukan uji coba sejak empat tahun lalu.
"Dari beberapa uji coba, kenaikan konsumsi bahan bakarnya tidak banyak, hanya 1-2 persen saja,” ujar Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi Sumber Daya Alam Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana, dikutip dari laman Kementerian ESDM, Rabu 12 Desember 2018.
Lebih lanjut ia menjelaskan, penggunaan bahan bakar biodiesel mempunyai kemampuan tambahan, yakni melarutkan kotoran yang ada di dalam tangki bahan bakar. Nantinya, kotoran itu akan larut dan terbawa menuju saringan bahan bakar.
"Penggantian filter bahan bakar hanya sekali atau dua kali, itu kejadian pada saat kendaraan pertama kali menggunakan biodiesel. Saya pun dulu mengalami. Setelah kerak di tangki bersih, maka akan terus bersih, tidak ada masalah lagi", ungkapnya.
Ditulis oleh: Krisna Wicaksono