BPBD Bantah Helikopter Jatuh saat Padamkan Kebakaran Hutan di Kalbar

Ilustrasi helikopter menjatuhkan bom air di kebakaran hutan.
Sumber :
  • Antara/ FB Anggoro

VIVA – Sebuah helikopter dikabarkan jatuh saat sedang melakukan pemadaman kebakaran lahan dan hutan di wilayah Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Minggu, 29 Juli 2018.

Hasil Investigasi Kematian Ebrahim Raisi Terkuak, Tidak Ada Indikasi Serangan

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat, TTA Nyarong, menepis kabar itu sekaligus mengklarifikasi bahwa yang terjadi sesungguhnya ialah insiden kecil akibat turbulensi. Namun, kondisi helikopter baik-baik saja dan semua kru selamat.

“Keadaan baik-baik saja. Masih tangguh menghalau asap agar tamu dari dan ke Supadio tetap bisa normal melalukan aktivitas tanpa asap,” kata Nyarong pada Minggu malam.

Perkembangan Terbaru Penyebab Kecelakaan Helikopter Presiden Iran Ebrahim Raisi

Dia menjelaskan kronologi kejadian helikopter Bell yang melakukan waterbombing atau menjatuhkan air dari ketinggian dengan helikopter di Kabupaten Ketapang. Saat heli itu mengambil air untuk waterbombing, posisi pesawat climbing atau ke atas dan terjadi perubahan temperatur udara yang mendadak sehingga pesawat turbulensi tiba-tiba.

Helikopter itu sempat terguncang namun segera dapat dikendalikan lagi. Peristiwa semacam itu, kata Nyarong, sebenarnya normal saja dalam dunia penerbangan, sebagaimana dikutip dari pernyataan sang pilot.

Reaksi 10 Negara Terkait Kecelakaan Helikopter yang Menewaskan Presiden Iran Ebrahim Raisi

Situasi di sana tetap normal pada pesawat dan kru. “Pada saat terjadi kondisi tersebut, bucket mengenai pagar rumah, bukan rumah atau apa pun,” katanya.

Kepala polisi El Salvador, Mauricio Arriaza Chicas tewas dalam kecelakaan heli

Kepala Polisi El Salvador Tewas dalam Kecelakaan Helikopter

Kepala polisi El Salvador, Mauricio Arriaza Chicas, tewas dalam kecelakaan helikopter bersama beberapa orang lainnya, Senin.

img_title
VIVA.co.id
9 September 2024