Polisi: Pengemudi Gojek Bukan Korban Begal
Minggu, 14 Februari 2016 - 10:04 WIB
Sumber :
- Istimewa
VIVA.co.id - Polisi menegaskan, pengemudi gojek yang menjadi korban pemukulan di Kemang bukanlah korban begal. Ia dipukul setelah sebelumnya ribut dengan pengendara motor lainnya.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Krishna Murti mengatakan, pengemudi Gojek Reonaldo Agustin bukanlah korban begal, seperti dugaan awal penyerangan tersebut.
Â
"Bukan begal," kata Krishna dalam keterangannya kepada wartawan, Minggu, 14 Februari 2016.
Â
Krishna memastikan hal tersebut setelah dia meminta keterangan beberapa saksi dan melihat CCTV yang ada di lokasi kejadian.
Â
"Ada dua motor masing-masing satu pengendara. Kalau begal pasti boncengan," katanya.
Â
Dia pun memastikan bahwa pengemudi Gojek bukan korban penembakan, tetapi korban pemukulan.
Â
Hal tersebut, menurut Krishna, disimpulkan berdasarkan temuan proyektil di tempat kejadian perkara. Menurutnya, kalau ada proyektil peluru ada di TKP tandanya peluru tidak di kepala.
Â
"Kalau peluru di kepala, korban kemungkinan bisa mati," ucapnya.
Â
Baca Juga :
Gojek Dapat Suntikan Dana Lagi Rp7 Triliun
Pengemudi Gojek, Reonaldo Agustin menjadi korban penyerangan seseorang di Jalan Kemang Utara VII, Kelurahan Bangka, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, pada Sabtu 13 Februari 2016 sekitar pukul 17.15 WIB. Sebelumnya Reonaldo sempat diduga ditembak. Ia terluka dibagian kepala dan hingga saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Â
Baca Juga :
Terseret Kereta 15 Meter, Driver Gojek Selamat
Polisi masih memburu pelaku pemukulan tersebut.
Ratusan Driver Gojek Sweeping Ojek Pangkalan di Margonda
Rekan mereka dipukuli pengemudi ojek pangkalan di depan ITC Depok.
VIVA.co.id
6 Agustus 2016