Namanya Masuk Rekaman Novanto, Ini Kata Irjen Tito Karnavian
- VIVA.co.id/Ahmad Rizaluddin
VIVA.co.id - Kasus pencatutan nama dalam rekaman yang diduga dilakukan oleh Ketua DPR RI, Setya Novanto bersama Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Maroef Sjamsoeddin, dan pengusaha Reza Chalid kini menyeret nama baru.
Dalam percakapan tersebut, diduga Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Pol Tito Karnavian juga ikut disebut. Bahkan, nama Tito disebut empat kali dalam percakapan berdurasi 120 menit tersebut.
Atas hal itu, Tito angkat suara. Menurut Tito, dia tidak pernah membicarakan masalah Freeport dengan pihak mana pun. Apalagi masalah kontrak.
"Saya sudah mendengar, saya tidak pernah berbicara mengenai Freeport ke pihak-pihak terkait," kata Tito kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Rabu, 2 Desember 2015.
Baca juga:
Namun, mantan kapolda Papua itu pun tidak menampik bahwa dia memang pernah berbicara mengenai Freeport kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said.
Hal itu dia lakukan saat insiden penembakan yang terjadi di kantor Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, pada Kamis, 10 September 2015.
"Saya pernah bicara dengan Pak Sudirman Said. Saat itu, ada peristiwa penembakan di kantor beliau, saya datang ke TKP. Saat itu lah saya sampaikan kepada beliau mengenai Freeport,” ungkapnya.
Tito membeberkan percakapannya dengan Sudirman Said. Tito pun menceritakan pengalamannya dalam mengamankan Freeport.
"Saya sampaikan masalah Freeport itu perlu pengamanan yang kuat, saya dulu kan kapolda di sana (Papua) dua tahun. Mungkin beliau mau menanyakan karena saya pernah jadi kapolda dua tahun," ucap Tito.
Prinsipnya, Tito menyampaikan, penanganan Freeport ini jangan sampai terjadi gejolak. "Kalau sampai ini bergolak, ini akan dipelintir untuk separatisme," kata dia.