Gubernur Pramono Persilakan Pendatang ke Jakarta, Asalkan Punya Identitas dan Skill
- VIVA.co.id/Fajar Ramadhan
Jakarta, VIVA -- Gubernur Jakarta Pramono Anung tidak melarang warga luar Jakarta atau pendatang untuk ke Jakarta usai momen Hari Raya Idul Fitri 1446 H atau Lebaran 2025, terlebih dengan kondisi saat ini ketika adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) di sejumlah daerah.
Pramono mengaku Jakarta sudah mempersiapkan diri terhadap para pendatang yang nantinya tiba usai momen Lebaran 2025.
“Jadi ini memang problem yang pasti akan dihadapi Jakarta dalam kondisi yang seperti ini. Tanpa menutup mata kan beberapa daerah melakukan PHK dan sebagainya. Dan untuk itu Jakarta pasti mempersiapkan diri,” ujar Pramono Anung usai halalbihalal ke rumah Megawati Soekarnoputri, Senin, 31 Maret 2025.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung
- VIVA.co.id/Fajar Ramadhan
Pramono menyampaikan bahwa dia bersama dengan Wakil Gubernur Rano Karno yang kerap disapa Bang Doel itu, tidak akan melakukan operasi yustisia terhadap para pendatang.
Hanya saja, pendatang yang ke Ibukota, kata Pramon,o harus memiliki identitas yang nantinya akan dicek oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Jakarta.
“Saya dan Bang Doel, kami sudah berdiskusi, kita tidak melakukan operasi yustisia ya. Yang kita lakukan adalah lebih kepada kemanusiaan, siapapun yang datang ke Jakarta harus ada identitasnya. Dukcapil akan mengecek itu, administrasinya dicek,” kata Pramono.
Tak hanya soal identitas, Pramono menambahkan, dia juga menekankan kepada para pendatang untuk mempunyai keahlian atau skill untuk mencari kerja di Jakarta.
“Kalau dia mau mencari kerja di Jakarta monggo, silakan. Asal dia mau ada pelatihan dan asal juga yang paling penting dia punya identitas. Kalau nggak punya identitas, nggak,” ujarnya.
