Ratusan Siswa Dicoret dari Daftar Pemerima KJP di Jakarta Gegara Ini

Ilustrasi siswa sma bolos.
Sumber :
  • VIVAnews/Muhamad Solihin

Jakarta – Sebanyak 266 Pelajar di DKI Jakarta terpaksa di coret namanya dari daftar penerima dana Kartu Jakarta Pintar (KJP) lantaran terbukti terlibat aksi tawuran dan merokok.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Purwosusilo menjelaskan ada sebanyak 163 siswa yang terbukti melaksanakan tawuran.

“Siswa yang tawuran sebanyak 163 orang. Kemudian yang kedapatan merokok 103 orang,” ujar Purwosusilo dalam keterangannya, Kamis 4 Januari 2024.

Purwosusilo juga menjelaskan ada juga sebanyak puluhan siswa dicoret dari daftar penerima bantuan sosial KJP Plus karena terlibat aksi perundungan atau bullying.

Ilustrasi merokok.

Photo :
  • Pixabay/karosieben

Ada juga tiga siswa penerima KJP Plus dicoret lantaran terbukti melakukan tindakan asusila dan dianggap melanggar aturan kepesertaan yang telah diatur.

“Terkait kasus bullying atau tindak perundungan 27 orang. Kemudian ada tiga orang melakukan tindakan asusila,” ujar Purwosusilo.

Purwosusilo menegaskan, Dimas Pendidikan DKI Jakarta terus memantau dan mengevaluasi kepesertaan siswa sebagai penerima bantuan sosial KJP Plus.

Riezky Aprilia Tegaskan Sekolah Gratis Bisa Diwujudkan di Sumatera Selatan

Ilustrasi tawuran

Photo :
  • VIVA/Andrew Tito

“Sehingga, bantuan ini dapat tepat sasaran,” ujarnya. 

Menko PMK Koordinasi dengan Mendikdasmen untuk Bahas Usulan Gibran Hapus Zonasi Sekolah

Diketahui, Pemprov DKI Jakarta mencoret 492 nama siswa dari daftar penerima bantuan sosial KJP Plus untuk tahun anggaran 2024.

Pencotetan nama ratusan siswa dari daftar penerima bantuan itu berdasarkan hasil evaluasi 2023.

Tawuran Pecah di Duren Sawit Jaktim Pecah, Satu Tewas Kena Lemparan Batu 2 Luka-luka

“Tercatat ada sejumlah peserta didik penerima KJP Plus yang melanggar Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 110 Tahun 2021 tentang Bantuan Sosial Biaya Pendidikan, Apabila larangan tersebut tidak dipatuhi, maka bantuan sosial pendidikan akan dibatalkan,” ujarnya.

Ketua Majelis Masyayikh, KH Abdul Ghaffar Rozin

Majelis Masyayikh Kuatkan Identitas Pendidikan Pesantren melalui Sistem Penjaminan Mutu

Majelis Masyayikh menggelar Bimbingan Teknis Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Formal Pesantren Pendidikan Diniyah Formal (PDF).

img_title
VIVA.co.id
25 November 2024