Polisi Ringkus 4 Orang Sindikat Hipnotis Lansia di Kelapa Gading

Para pelaku yang tertangkap di Jakarta diidentifikasi sebagai Agus Sutopo alias Duren, Siti Asiah alias Dewi, Raden Suryo alias Profesor, dan Amirudin alias Jojon.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Andrew Tito

Jakarta, VIVA - Polsek Kelapa Gading Jakarta Utara berhasil meringkus empat orang yang tergabung dalam sindikat hipnotis, yang menjadi dalang penipuan terhadap seorang wanita lanjut usia berinisial LYS di Kelapa Gading, Jakarta Utara. 

Keempat tersangka kini mendekam di tahanan dan dihadirkan dalam konferensi pers di Polsek Kelapa Gading dengan kondisi yang tampak lesu dan tertunduk.

Ilustrasi tersangka kasus kejahatan diborgol

Photo :
  • ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Para pelaku yang tertangkap di Jakarta diidentifikasi sebagai Agus Sutopo alias Duren, Siti Asiah alias Dewi, Raden Suryo alias Profesor, dan Amirudin alias Jojon. 

Dua tersangka lainnya berhasil ditangkap di Medan. Saat konferensi pers yang digelar pada Selasa 3 September 2024, mereka semua tampil dengan mengenakan seragam tahanan berwarna oranye, tangan mereka diborgol, dan mengenakan celana pendek.

Dalam konferensi pers tersebut, terlihat tiga pria dan satu wanita yang semuanya terus menunduk saat dihadirkan di hadapan publik. 

"Para pelaku ini adalah bagian dari sindikat terorganisir yang telah beroperasi di berbagai kota," ujar Kapolsek Kelapa Gading, Kompol Maulana Mukarom, dalam keterangan persnya, Selasa 3 September 2024. 

Menurut laporan kepolisian, sindikat ini telah beraksi di berbagai lokasi, termasuk Bali, Medan, Magelang, Semarang, Fatmawati Jakarta Selatan, Cilincing Jakarta Utara, Sunter Jakarta Utara, dan Kelapa Gading Jakarta Utara. 

"Keenam orang pelaku ini adalah satu kelompok yang sudah lama menjalankan aksi kejahatan serupa di berbagai daerah," jelas Kompol Maulana Mukarom.

Kejadian yang menimpa LYS terjadi pada Jumat (16/8) sekitar pukul 13.30 WIB di sebuah bank di Kelapa Gading.  Aksi para pelaku terekam kamera CCTV dan videonya kemudian viral di media sosial. 

Dalam rekaman tersebut, terlihat LYS berjalan sendirian di area ruko di Kelapa Gading sebelum dihampiri oleh seorang pria yang mengenakan topi dan masker. 

Tak lama kemudian, seorang wanita bergabung dengan pria tersebut dan keduanya mulai berbicara dengan LYS.

Pria tersebut berpura-pura menjadi warga negara Singapura yang ingin mendonasikan uang ke sebuah yayasan, namun terlebih dahulu ingin menukarkan mata uang dolar Singapura. 

Sementara itu, wanita yang bergabung mengaku akan membantu proses penukaran uang tersebut.  Kedua pelaku kemudian membawa LYS bertemu dengan pelaku lain yang berpura-pura sebagai petugas bank.

Petugas bank palsu tersebut memperlihatkan seolah-olah mereka sedang menukar uang dolar dengan rupiah di hadapan korban, untuk meyakinkan LYS bahwa proses tersebut sah. 

Tersangka Pembunuh Nia Gadis Penjual Gorengan Ditangkap

"Korban akhirnya percaya dan mengantarkan mereka untuk mengambil uang dan emas miliknya, yang kemudian ditukar dengan mata uang asing yang ternyata bukan dolar Singapura, melainkan mata uang negara lain dengan nilai tukar yang rendah," ujarnya. 

Ilustrasi garis polisi.

Photo :
  • Pixabay
Ponpes Habib Rizieq Persilakan Proses Hukum Kasus Penganiayaan Santri hingga Luka Bakar

Sindikat ini ternyata bukan pemain baru. Mereka sudah beberapa kali melakukan penipuan dengan modus yang sama di berbagai kota. 

Para pelaku yang kini telah ditangkap diharapkan bisa memberikan efek jera kepada sindikat-sindikat lain yang berusaha melakukan kejahatan serupa.

Karyawan Perusahaan Animasi di Menteng Disuruh Kerja 7 Hari Hingga Enggak Boleh Pulang
Indra Septiarman, tersangka pembunuhan Nia gadis penjual gorengan ditangkap

Pembunuh Gadis Penjual Gorengan Ditangkap saat Bersembunyi di Atas Loteng Rumah

Indra Septiarman (IS), pelaku pembunuhan sadis terhadap Nia Kurnia Sari (18), gadis remaja penjual gorengan di Padang Pariaman, ditangkap

img_title
VIVA.co.id
19 September 2024