Home Industry yang Produksi Narkotika Dibongkar Polda Jawa Timur di Surabaya

Home industry yang dibongkar polisi di Surabaya.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Nur Faishal (Surabaya)

Surabaya – Sebuah usaha rumahan atau home industry yang terletak di Jalan Kertajaya Indah Timur di Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya, Jawa Timur, dibongkar aparat Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Jawa Timur. Home industry tersebut diketahui memproduksi narkotika jenis ekstasi dan pil koplo.

Polisi Sebut Modus Selebgram Spiritual Rafi Ramadhan Edarkan Narkoba Bisa Jerumuskan Banyak Orang

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jatim, Komisaris Besar Polisi Dirmanto menjelaskan, pabrik narkotika tersebut beroperasi sejak lima bulan lalu. Pengelolannya oleh dua orang, yakni ADH warga Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, dan MY asal Tambaksari, Surabaya. Keduanya residivis kasus narkotika.

"Ia [ADH] merupakan residivis baru bebas bulan Juni 2023 lalu," kata Dirmanto di lokasi pada Senin, 20 Mei 2024.

Selebgram Spiritual Rafi Ramadhan si Pemilik Padepokan Kumbara Ditangkap Polisi Terkait Narkoba

Ia menjelaskan, terbongkarnya pabrik narkotika itu bermula dari penangkapan yang dilakukan Ditreskoba Polda Jatim terhadap ADH pada Rabu, 15 Mei 2024. Saat diringkus, dari tangan ADH diamankan sabu-sabu seberat 9 kilogram dan 1.568 butir yang disimpan di dalam rumah kontrakannya.

Polisi lalu melakukan pengembangan dan muncul sosok MY. Ia berhasil ditangkap. Dari tangan MY, diamankan 5,7 juta butir pil koplo. Setelah diinterogasi, MY mengaku bahwa pil koplo tersebut diproduksi di sebuah rumah kontrakan di Jalan Kertajaya Indah Timur, Sukolilo.

Bareskrim Polri Tangkap Direktur Klub Persiba Balikpapan Diduga Terkait Kasus Narkotika

"MY merupakan residivis narkotika pada tahun 2018 dan bebas pada tahun 2022. Kemudian dari hasil penangkapan MY ini, baru kemudian terungkap adanya home industry yang sekarang rekan-rekan datangi ini," ujar Dirmanto.

Direktur Reskona Polda Jatim Kombes Pol Robert da Costa menambahkan, kedua orang yang saat ini telah jadi tersangka itu merupakan bagian dari sindikat Lembaga Pemasyarakatan yang ada di Jakarta.

"Sedang kami dalami terus, sedang kami kembangkan untuk jaringan sabu ini sudah terindikasi berasal dari Jakarta yang otomatis asalnya dari Malaysia masih kami dalami dan untuk pil yang dicetak ini home industry dan sudah berjalan kurang lebih 6 bulan," katanya.

Kapolres Tangsel AKBP Victor D. H. Inkriwang (tengah) saat memberikan keterangan pers

Pengedar Ekstasi Impor Senilai Rp 4,6 Miliar Ditangkap Polres Tangsel

Pengedar Ekstasi Impor Senilai Rp 4,6 Miliar Ditangkap Polres Tangsel

img_title
VIVA.co.id
14 Maret 2025