Korut Sebut Pesawat Pengebom AS Terbang di Semenanjung Korea

Bendera Korea Utara.
Sumber :
  • REUTERS/Denis Balibouse/File Photo

VIVA.co.id – Pemerintah Korea Utara kemarin mengeluarkan laporan salah satu pesawat pengebom Amerika Serikat, B-1B, telah terbang dekat Semenanjung Korea dan mengancam keamanan.

Serangan Dahsyat Pasukan Khusus Ukraina Tendang Tentara Korut dari Desa Kursk

"Imperialis AS menerbangkan pengebom nuklir strategis B-1B dari Pangkalan AU Andersen di Guam, ke wilayah udara Semenanjung Korea pada Jumat pagi. Hal ini memicu ancaman militer," kata laporan stasiun radio propaganda Pyongyang Broadcasting, seperti dilansir Yonhap News, Minggu, 9 Oktober 2016

Pesawat pengebom yang juga dikenal sebagai Lancer ini merupakan salah satu fasilitas militer AS yang turut dalam latihan militer di Korea Selatan, Kamis pekan lalu.

Dijuluki Sahabat Terkasih, Kim Jong Un Tulis Pesan Spesial Buat Putin

Laporan tersebut mengklaim, penerbangan Lancer ditujukan untuk mengincar fasilitas militer kunci milik Korea Utara. Atas hal ini, otoritas Korut mengatakan ‘kegilaan’ Amerika itu telah mencapai kondisi yang sangat serius dan tidak bisa diabaikan lagi.

"AS telah meningkatkan ancaman nuklirnya ke tingkat maksimum dengan mengirimkan pengebom strategis B-1B. Tindakan ini sudah terjadi berulang kali dan bisa memicu serangan nuklir. Kami akan melancarkan aksi yang tanpa ampun dari sebelumnya," kata laporan tersebut.

Ciee! Kim Jong Un-Vladimir Putin Saling Kirim Ucapan Selamat Tahun Baru

Menanggapi pemberitaan tersebut, salah satu pejabat Korea Selatan mengatakan, pengiriman Lancer masih belum bisa diverifikasi.

Sebelumnya, AS secara resmi menerbangkan pesawat pengebomnya sebanyak dua kali di Korea Selatan bulan lalu, sebagai bentuk unjuk kekuatan militer yang dimaksudkan sebagai pencegahan atas uji coba nuklir kelima Pyongyang.

(mus)

VIVA Militer: Mayat Tentara Korea Utara di Rusia

Lusinan Mayat Tentara Korut Bergelimpangan di Desa Perbatasan Rusia

Mereka mati dihujani artileri.

img_title
VIVA.co.id
2 Januari 2025