FBI Pastikan AS Tak Akan Alami Serangan Seperti Paris
Jumat, 20 November 2015 - 16:49 WIB
Sumber :
- Reuters
VIVA.co.id
- Direktur
Federal Bureau of Investigation
(FBI) atau badan investigasi Amerika Serikat (AS), James Comey, menyatakan AS tidak akan mengalami serangan serupa seperti yang menimpa Paris, Prancis.
Menurut Comey, meski saat ini beredar video ancaman yang berjanji akan meledakkan Gedung Putih dan berdampak korban yang lebih banyak dari tragedi Paris, namun Comey meragukan kredibilitas video tersebut.
“Itu adalah intelijen yang tidak punya kredibilitas,” kata Comey, saat akan mengadakan pertemuan dengan Jaksa Agung Loretta Lynch, seperti dikutip
Abc,
Jumat, 20 November 2015.
Selama ini, Comey mengungkapkan, agen FBI secara ketat melacak mereka yang bersangkutan, yang mungkin akan melakukan serangan terror. Meski demikian, Comey memastikan AS melakukan pengawasan ekstra ketat pada individu yang dicurigai.
“Mungkin mereka tergoda untuk menjadi peniru (dengan membuat video), tapi belum ada bukti adanya pendukung ISIS yang dikirim ke AS untuk tujuan serangan pembunuhan,” katanya.
Sementara itu secara terpisah, Jaksa Agung Loretta Lynch menyatakan bahwa Departemen Kehakiman menentang undang-undang kongres yang isinya melarang pengungsi masuk ke AS. Ia meminta agar Kepala Departemen FBI,
Homeland Security
dan Direktur Intelijen Nasional untuk menyatakan kepada Kongres bahwa pengungsi bukanlah ancaman.
“(Pengungsi), bukanlah ancaman bagi keamanan Amerika Serikat. Dalam perspektif penegakkan hukum, apa yang kita dapatkan memperlihatkan pada kita, mana yang tak bisa dipraktekkan dan mana yang tidak memungkinkan," kata Lynch.
Baca Juga :
Pelaku Serangan Paris Dijatuhi Hukuman Hari Ini
"Hanya sedikit sekali warga AS yang berangkat ke Suriah dan akhirnya kembali. Saya berharap, pesan yang bisa diterima oleh warga AS adalah, ada satu neraka di bumi, dan mereka menyebutnya Khalifah," kata Comey menegaskan.
Baca Juga :
Halaman Selanjutnya
"Hanya sedikit sekali warga AS yang berangkat ke Suriah dan akhirnya kembali. Saya berharap, pesan yang bisa diterima oleh warga AS adalah, ada satu neraka di bumi, dan mereka menyebutnya Khalifah," kata Comey menegaskan.