Raja Yordania Peringatkan Israel

Raja Yordania Abdullah II
Sumber :
  • REUTERS/Henry Romero
VIVA.co.id
Dewan Keamanan PBB yang Gagal dalam Menjamin Perdamaian Dunia
- Bentrokan yang terjadi antara polisi Israel dan warga Palestina di Masjid Al Aqsa, membuat gusar Raja Abdullah II dari Yordania. Ia memperingatkan Israel.
Kegagalan Hukum Internasional dalam Menghadapi Kejahatan Perang Israel

"Jika terjadi provokasi lagi di Yerusalem, pastinya akan membawa dampak pada hubungan antara Yordania dan Israel," kata Raja Abdullah II, seperti dikutip oleh situs
Didukung Amerika Serikat, Ini Alasan Israel Dibiarkan Dunia
alarabiya.net
.


Yordania dan Israel telah menandatangani kesepakatan damai sejak tahun 1994.

"Sayangnya, Yordania tak memiliki pilihan lain, kecuali mengambil tindakan," katanya kepada wartawan, usai bertemu dengan Perdana Menteri Inggris David Cameron, Selasa, 15 September 2015.

Yordania memiliki hak untuk menjaga kelestarian Masjid Al Aqsa, masjid bersejarah umat Islam. Negara itu juga mengutuk serangan, yang menurutnya, dilakukan oleh tentara Israel secara sengaja di masjid tersebut.

Muslim dan polisi Israel terlibat bentrokan untuk kedua kalinya di sekitar masjid tersebut pada Senin kemarin, 14 September 2015, saat umat Yahudi merayakan pergantian tahun dan para pengunjuk rasa mencoba menjaga tempat suci ketiga umat Islam tersebut.

Sejak Minggu lalu, 13 September 2015, pihak keamanan Israel memasuki halaman masjid untuk mencegah pemuda Muslim yang melarang warga Yahudi yang ingin mengunjungi situs tersebut.

Warga Muslim lalu membuat barikade di sekitar masjid Al Aqsa dan polisi Israel memaksa membubarkan mereka dengan senjata. (asp)
Ilustrasi Boikot Produk Israel. Sumber: Flickr.com

Antara Dukungan dan Keberlanjutan Ekonomi Lokal

Konflik di Gaza, mengundang respons dari berbagai masyarakat Indonesia dengan melakukan boikot terhadap produk yang terhubung dengan Israel.

img_title
VIVA.co.id
24 November 2023
img-logo
img-logo

Bantu kami untuk memperbaiki kualitas siaran TvOne dengan mengisi survey berikut