Tolak Boikot Israel, Presiden Pelajar Inggris Dikecam

Kampanye boikot Israel oleh Serikat Pelajar Nasional (NUS) Inggris
Sumber :
  • REUTERS/Neil Hall
VIVA.co.id
- Serikat Pelajar Nasional (NUS) Inggris telah memutuskan untuk mengecam presiden mereka, yang dinilai gagal mengimplementasikan kebijakan boikot Israel, setelah menerima kesepakatan dengan Coca-Cola.


Dikutip dari laman
RT
pada Rabu, 22 Juli 2015, para petinggi NUS memilih mendukung mosi dalam pertemuan Komite Eksekutif Nasional, menyerukan Presiden NUS Megan Dunn agar menyatakan permintaan maaf.


Megan yang terpilih sebagai presiden NUS pada April 2015, menerima Coca-Cola yang telah menjadi sasaran kampanye boikot, divestasi, dan sanksi internasional (BDS), sebagai penyandang dana untuk acara tahunan NUS.
Kembangkan Pabrik di Bekasi, Coca Cola Investasi 6,9 Triliun


Konsumen Ogah Minum Soda, Bonus Bos Coca Cola Dipangkas
Raksasa minuman ringan itu menjadi perhatian utama, lantaran memiliki anak perusahaan yang beroperasi di wilayah Palestina, yang diduduki secara ilegal oleh Israel untuk menjadi permukiman orang-orang Yahudi.

Kisah Pendiri Coca-Cola yang Mati Miskin

Wakil dan sejumlah pejabat senior NUS yang mendukung mosi untuk mengecam Megan, juga menolak menghadari acara pemberian penghargaan NUS 2015, sebagai bentuk protes.

Pada pernyataan resmi untuk menjelaskan posisi mereka, para pejabat NUS mengatakan, adalah tugas serikat itu, untuk menjamin boikot terhadap Israel diimplementasikan secara penuh.


Tiga tuntutan utama dari kampanye BDS adalah diakhirinya pendudukan ilegal Israel di Palestina, kesetaraan hukum penuh bagi warga Palestina di Israel, serta hak pengungsi Palestina untuk kembali berdasarkan Resolusi PBB.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya