Gaza Mengalami "Pandemi Cacat Anak-anak" akibat Perang yang Dikobarkan Israel, Menurut UNRWA

Anak-anak terluka akibat serangan bom Israel di Gaza.
Sumber :
  • AP Photo/Hatem Moussa.

Istanbul, VIVA - Perang yang sedang dikobarkan Israel di Jalur Gaza telah menyebabkan "pandemi cacat" di wilayah tersebut, dengan jumlah anak yang diamputasi terbanyak di dunia, kata Kepala Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), Philippe Lazzarini, pada Selasa, 3 Desember 2024.

Warga Gaza Terpapar Risiko Konflik akibat Perintah Evakuasi Berulang Israel, Menurut PBB

“Sebelum perang, satu dari lima keluarga yang disurvei memiliki setidaknya satu anggota keluarga dengan disabilitas. Hampir separuh dari mereka termasuk anak dengan disabilitas,” kata Lazzarini dalam sebuah pernyataan.

“Selama perang ini, orang-orang yang membutuhkan perawatan khusus menderita dalam kesunyian. Kisah mereka jarang diceritakan,” tambahnya.

Prancis dan Arab Saudi Tandem Pimpin Konferensi Pembentukan Negara Palestina

VIVA Militer: Penduduk Gaza, Palestina, korban serangan militer Israel

Photo :
  • wsj.com

Lazzarini melanjutkan bahwa perang Israel juga telah menyebabkan “epidemi cedera traumatis” tanpa adanya layanan rehabilitasi yang tersedia.

Majelis Umum PBB Desak Berdirinya Negara Palestina, Minta Israel Angkat Kaki dari Jalur Gaza

“Sekarang, Gaza memiliki jumlah anak yang diamputasi terbanyak per kapita di dunia – banyak yang kehilangan anggota tubuh dan menjalani operasi tanpa bahkan menggunakan anestesi,” tambahnya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa “satu dari empat orang yang terluka selama perang ini mengalami cedera yang mengubah hidup dan akan membutuhkan layanan rehabilitasi, termasuk perawatan untuk amputasi dan cedera tulang belakang,” kata kepala UNRWA itu.

Sejak melancarkan perang genosida terhadap Gaza setelah serangan Hamas pada Oktober tahun lalu, Israel telah membunuh lebih dari 44.500 warga Palestina – sebagian besar adalah wanita dan anak-anak – serta melukai lebih dari 105.000 orang, menurut angka resmi.

Warga Palestina korban serangan Israel dievakuasi ke rumah sakit Gaza Utara

Photo :
  • Social Media

Tahun kedua genosida di Gaza telah menuai kecaman internasional yang luas, dengan taktik kelaparan dan pemblokiran bantuan kemanusiaan dianggap sebagai upaya yang disengaja untuk menghancurkan penduduk Palestina.

Bulan lalu, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant, dengan menuduh para pejabat rezim Zionis itu melakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) atas tindakannya di Gaza, yang telah mendapat kecaman internasional yang makin meningkat. (ant)

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya