Logo ABC

Lembaga Pengawas Konsumen Australia Sebut Honda Menyesatkan Pelanggan

Pemilik Astoria Motors Ron Klein (kiri) dan Mark Avis. (ABC News: Michael Barnett)
Pemilik Astoria Motors Ron Klein (kiri) dan Mark Avis. (ABC News: Michael Barnett)
Sumber :
  • abc

Tahun lalu, ABC melaporkan pertarungan hukum yang digambarkan seperti "Daud melawan Goliath", yakni Astoria melawan Honda untuk mendapatkan kompensasi setelah merek mobil itu melanggar kontraknya.

Pemilik Astoria, Mark Avis, juga mengatakan kepada ABC bahwa Honda menggunakan database Astoria untuk mengirim SMS dan pesan email ke 34.000 pelanggan, menginstruksikan mereka untuk memindahkan bisnis mereka ke dealer yang lain.

Setelah beberapa masalah pengadilan terkait lainnya telah diselesaikan, Astoria dan Tynan kini telah mengajukan proses hukum di Mahkamah Agung Victoria.

Proses tersebut menggunakan dokumen internal Honda Australia untuk menyatakan bahwa perusahaan tidak mengungkapkan rencananya untuk menghentikan sejumlah dealer resmi sebelum memperbarui perjanjian waralaba lima tahun mereka pada 2018.

Klaim tersebut menyatakan bahwa Astoria dan Tynan telah menderita kerugian dan kerusakan karena tidak dapat memperoleh uang dengan menjadi Dealer Honda resmi atau dealer suku cadang dan servis resmi Honda, atau kemampuan untuk menjual bisnis sebagai waralaba Honda.

Astoria dan Tynan berpendapat bahwa Honda telah melanggar Hukum Konsumen Australia dan melanggar Peraturan tentang Waralaba.

Dalam sebuah pernyataan, Honda Australia mengatakan "telah bekerja sama dengan penyelidikan ACCC atas masalah ini".

"Kami sedang meninjau gugatan oleh ACCC dan pada tahap ini kami tidak dapat berkomentar lebih lanjut tentang keadaan atau rincian tuduhan yang dibuat dealer tertentu," kata perusahaan itu.

Pada hari Rabu, Avis menyambut baik proses pengadilan yang diajukan ACCC terhadap Honda.