Taliban Berlakukan Lagi Hukuman Potong Tangan

Taliban berhasil rebut Afghanistan.
Sumber :
  • ANTARA FOTO

VIVA – Rezim Taliban di Afghanistan akan kembali menerapkan hukuman potong tangan bagi pelaku pencurian dan perampokan di wilayahnya. Salah seorang pendiri Taliban, Mullah Nooruddin Turabi, menegaskan hukuman seperti amputasi dan eksekusi akan kembali dilakukan di bawah pemerintahan Taliban.

Antisipasi Narkoba Masuk Jakarta Buat Pesta Akhir Tahun, Begini Jurus Kombes Donald

"Tidak ada yang berhak mengarahkan hukum apa yang harus kami terapkan. Kami akan mengikuti Islam, dan kami akan membuat hukum kami berdasarkan Alquran," kata Turabi di Kabul dalam wawancara bersama Associated Press dikutip Fox, Jumat.
 
Di bawah era pemerintahan Taliban sebelumnya di Afghanistan (akhir 90-an), Mullah Turabi pernah menjabat smenteri kehakiman sekaligus memimpin lembaga Penyebaran Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan, semacam 'Polisi Syariat Islam' di Afghanistan.
 
Selama waktu itu, amputasi dan eksekusi dilakukan untuk pelaku tindak pidana, termasuk pencurian dan perampokan di jalan raya. Menurut Turabi, praktik yang sama akan kembali diterapkan pada rezim Taliban saat ini.

"Memotong tangan sangat diperlukan untuk keamanan," kata Turabi, mengklaim itu adalah pencegah pencurian dan kejahatan lainnya.

Anak Buah Irjen Karyoto Tangkap Penyelundup Sabu Asal Afghanistan di Dekat Kampung Ambon, Total Barang Bukti 389 Kg

Meskipun belum ditentukan apakah hukuman itu akan dilakukan di depan umum, Turabi mengatakan bahwa pejabat Taliban sedang bekerja untuk mengembangkan kebijakan, dan memastikan bahwa Taliban saat ini telah berubah dari masa lalu.

Selain mengumumkan bahwa hukuman berat akan kembali, Turabi mengatakan Taliban akan mengizinkan televisi, ponsel, foto dan video. "Karena ini adalah kebutuhan rakyat, dan kami serius tentang hal itu," ujarnya

Dipulangkan dari Aceh Gegara Ritualnya, Rara Pawang Hujan: Indonesia Bhinneka Tunggal Ika

Dia juga mencatat bahwa hakim perempuan akan diizinkan untuk mengadili kasus. Namun, hukum Afghanistan akan didasarkan pada Alquran. Turabi bahkan mengklaim itu akan membantu menyebarkan pesan Taliban bagi pelaku tindak pidana di wilayahnya.

"Sekarang kami tahu, alih-alih mencapai hanya ratusan, kami dapat mencapai jutaan," katanya, menambahkan bahwa jika eksekusi dan amputasi disetujui untuk dilihat publik, maka orang-orang dapat merekam kejadian itu dan membagikannya sebagai pengingat ancaman hukuman bagi pelanggar pidana.

VIVA Militer: Serangan jet tempur Angkatan Udara Pakistan (PAF)

Pakistan Akui Kirim Serangan Udara di Afghanistan Hingga Menewaskan Teroris

Pakistan mengkonfirmasi telah melakukan serangan udara di wilayah Afghanistan pada Kamis, 26 Desember 2024. Akibatnya, ada sejumlah ‘teroris’ yang meninggal dunia. Juru B

img_title
VIVA.co.id
27 Desember 2024