Brexit, Bos-bos Perusahaan di Inggris Bersiap 'Angkat Koper'
- REUTERS/Francois Lenoir
VIVA.co.id – Dampak buruk dari keluarnya Inggris dari Uni Eropa di bidang ekonomi terus terjadi. Kali ini menurut salah satu lembaga survei internasional KPMG, bos-bos perusahaan di Inggris pertimbangkan untuk memindahkan operasionalnya ke luar negara Britania tersebut.
Dilansir dari Reuters, Senin 26 September 2016, KMPG melakukan survei terhadap 100 chief executive officer (CEO) di Inggris, dengan kisaran pendapatan perusahaan senilai 100 juta hingga 1 miliar poundsterling.
Hasilnya, 86 persen yakin, prospek pertumbuhan perusahaannya di AS akan terus meningkat setelah Britain exit (Brexit). Bahkan, 68 persen di antaranya yakin ekonomi Inggris akan terus tumbuh tiga tahun ke depan.
Namun, 76 persen atau tiga perempat dari responden mengaku sedang mempertimbangkan memindahkan markas atau basis operasional perusahaannya ke luar Inggris.
"CEO bereaksi terhadap ketidakpastian. Hal itu menjadi pertimbangkan dalam membuat rencana antisipasi," ujar Ketua KPMG UK, Simon Collins.
Survei itu juga mengungkapkan, sebanyak 72 persen dari para CEO memilih untuk tetap di Uni Eropa. Meskipun tanpa ada Inggris di dalamnya.
Sementara itu, Ketua Lloyd of London mengatakan, sebagian pasar Asuransi di negara tersebut sudah siap memindahkan basis bisnisnya ke Uni Eropa. Dengan pertimbangkan pasar yang lebih besar.