Presiden Ingin Peningkatan Kapasitas Bandara Yogyakarta

Bandara Internasional Adisutjipto, Yogyakarta
Sumber :

VIVA.co.id – Kantor Presiden, Jakarta, Presiden Joko Widodo menggelar rapat terbatas, Senin 9 Mei 2016 membahas rencana pembangunan bandar udara di Yogyakarta, yang menurut rencana akan menjadi pengganti Bandara Adisutjipto yang saat ini sudah kelebihan kapasitas.

Angkasa Pura Antisipasi Cuaca Buruk di 37 Bandar Udara

Presiden menyampaikan bahwa saat ini, Bandara Adisutjipto melayani 3,5 juta penumpang per tahun, padahal kapasitas sebenarnya hanya 1,5 juta penumpang.

“Dengan peningkatan kapasitas di bandara baru ini akan memberikan dampak dan nilai tambah pada perekonomian daerah, khususnya DIY dan sekitarnya,”  ucap Presiden sebagaimana dilansir Tim Komunikasi Presiden, Ari Dwipayana di Jakarta, Senin 9 Mei 2016.

Jelang Natal dan Tahun Baru, Angkasa Pura Tetapkan Penurunan Tarif Jasa Kebandarudaraan

“Saya mendengar pembangunan Bandara Kulon Progo ini sudah direncanakan cukup lama. Sudah banyak yang menunggu-nunggu. Tapi di lapangan kita tahu belum dimulai pengerjaannya,” kata Presiden.

Untuk itu, Presiden ingin mendengar sudah sejauh mana proses pembangunan bandara ini dan kendala-kendala yang dihadapi. Ia menekankan agar semua bergerak cepat untuk menyelesaikan pembangunan infrastruktur. Karena jika ditunda-tunda lagi, maka infrastruktur Indonesia akan tertinggal dengan negara-negara lain.

Jelang Puncak Arus Balik Lebaran, Bandara Soetta Antisipasi Penumpukan di Conveyor Belt

Presiden berpesan agar pembangunan bandara terintegrsi dengan moda tranaspotasi lainnya, seperti bus dan kereta api. Dia juga ingin pembangunan bandara dilakukan terus menerus hingga 30-50 tahun mendatang. 

Direktur Utama PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Faik Fahmi di terminal 3, bandara soetta, tangerang

Liburan Nataru, Penerbangan di 37 Bandara Banyak yang Delay gegara Faktor Cuaca

Faktor penerbangan yang delay lebih ke cuaca bukan faktor yang dipicu oleh bandara.

img_title
VIVA.co.id
30 Desember 2024