Kunjungi Pasar Tebet, DPR Pantau Harga Bahan Pokok
Kamis, 11 Juni 2015 - 16:55 WIB
Sumber :
VIVA.co.id
- Kenaikan sejumlah pangan pokok menjelang bulan puasa telah membuat masyarakat resah belakangan ini. Untuk melihat langsung perkembangan kondisi tersebut, Komisi VI DPR RI yang dipimpin oleh Ahmad Hafisz Tohir melakukan kunjungan kerja ke pasar Tebet Timur hari ini, Kamis 11 Juni 2015.
Dalam kunjungan tersebut, tim Komisi VI DPR berinteraksi langsung dengan para pedagang untuk menanyakan harga sejumlah komoditas. Dari dialog yang berlangsung, diketahui bahwa harga untuk telur ayam Rp22.000/kg, gula Rp13.000/kg, beras pandan wangi Rp18.500/kg, dan terigu Rp7.000/kg.
Sedangkan untuk komoditas tempe harganya bervariasi, tergantung pada ukurannya. Untuk ukuran kecil, tempe dijual Rp2.500, ukuran sedang Rp5.000, dan ukuran besar Rp6.000.
Dalam kunjungan tersebut, tim Komisi VI DPR berinteraksi langsung dengan para pedagang untuk menanyakan harga sejumlah komoditas. Dari dialog yang berlangsung, diketahui bahwa harga untuk telur ayam Rp22.000/kg, gula Rp13.000/kg, beras pandan wangi Rp18.500/kg, dan terigu Rp7.000/kg.
Sedangkan untuk komoditas tempe harganya bervariasi, tergantung pada ukurannya. Untuk ukuran kecil, tempe dijual Rp2.500, ukuran sedang Rp5.000, dan ukuran besar Rp6.000.
Selain meninjau harga bahan pangan di pasar Tebet, tim Komisi VI juga menemukan sejumlah hal, salah satunya yang mengejutkan adalah penjualan makanan (kue basah) yang tidak memiliki label informasi mengenai masa berlaku dan kandungannya.
Temuan ini tentu disayangkan oleh tim Komisi VI, karena ini mengindikasikan bahwa pemerintah masih lemah dalam pengawasan produk makanan yang tidak memiliki label. Oleh karena itu, Komisi VI mendesak pemerintah agar lebih serius dalam melakukan sosialisasi mengenai labelisasi produk makanan kepada para pedagang di beberapa pasar tradisional.
Baca Juga :
Halaman Selanjutnya
Selain meninjau harga bahan pangan di pasar Tebet, tim Komisi VI juga menemukan sejumlah hal, salah satunya yang mengejutkan adalah penjualan makanan (kue basah) yang tidak memiliki label informasi mengenai masa berlaku dan kandungannya.