Risiko Kesehatan Cerai di Usia Muda

foto ilustrasi
Sumber :

VIVAnews - Para ilmuwan dari Michigan State University mengungkap perceraian di usia muda memiliki dampak lebih buruk terhadap kesehatan daripada mereka yang bercerai di usia lebih matang. Laporan dimuat dalam jurnal Science and Social Medicine.

BI Ungkap Keyakinan Konsumen Desember Naik Didorong Kondisi Ekonomi RI

Dikutip dari Genius Beauty, riset menganalisa data statistik lebih dari 1.000 orang Amerika. Pakar sosiolog menemukan bahwa orang yang berusia dewasa atau 44-50 tahun biasanya memiliki indikator kesehatan yang lebih stabil daripada mereka yang berusia 35-41 tahun setelah bercerai.

Peneliti juga mengungkap selama perkawinan indikator kesehatan tidak banyak berubah. Artinya, kesejahteraan dan terjadinya penyakit tertentu dipengaruhi oleh perceraian itu sendiri.

Penulis studi, seorang profesor sosiologi, Hui Liu percaya bahwa kaum muda memerlukan lebih banyak dukungan sosial dan keluarga selama perceraian. Karena kaum muda  sering gagal untuk mengatasi stres yang terkait perceraian.

Sebaliknya, orang dewasa kerap kali mengakui merasa lega setelah perpisahan karena merasa tak bahagia dalam pernikahan mereka. Ini pula yang menjadi alasan bercerai. (eh)

Bertemu Anwar Ibrahim di Malaysia, Ini yang Bakal Dibahas Prabowo
Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi [dok. Humas Kementerian Koperasi]

New Menu Every 20 Days for Free Nutritious Meals

Indonesian Minister of Cooperatives Budi Arie Setiadi stated that the menu for the free nutritious meal program (MBG) changes every 20 days.

img_title
VIVA.co.id
9 Januari 2025