Logo BBC

Jenderalnya Dibunuh AS, Iran Tak Lagi Patuhi Kesepakatan Nuklir

Seorang perempuan pendukung Hezbollah membawa foto Jenderal Qasem Soleimani, komandan pasukan elite Quds dari Garda Revolusi Iran yang tewas dibunuh pasukan Amerika Serikat. Aksara Arab pada telapak tangan perempuan itu bertuliskan Menuju ke Quds". - EPA"
Seorang perempuan pendukung Hezbollah membawa foto Jenderal Qasem Soleimani, komandan pasukan elite Quds dari Garda Revolusi Iran yang tewas dibunuh pasukan Amerika Serikat. Aksara Arab pada telapak tangan perempuan itu bertuliskan Menuju ke Quds". - EPA"
Sumber :
  • bbc

Sebelumnya, para anggota parlemen Irak meloloskan resolusi tidak mengikat berisi seruan kepada semua pasukan asing untuk angkat kaki dari negara itu setelah Jenderal Soleimani tewas dalam serangan drone di Bandara Baghdad, pada Jumat (03/01).

Sekitar 5.000 serdadu AS berada di Irak sebagai bagian dari koalisi internasional melawan kelompok ISIS. Koalisi tersebut menangguhkan operasi melawan ISIS di Irak sebelum pemungutan suara pada hari Minggu.

Presiden AS, Donald Trump, berulang kali mengancam bakal menyerang balik ke Iran jika Iran melakukan serangan balas dendam atas kematian Soleimani. Trump mengatakan AS dapat melakukannya "mungkin secara tidak proporsional".

Apa sikap baru Iran soal kesepakatan nuklir?

Melalui kesepakatan 2015, Iran sepakat membatasi kegiatan nuklir yang sensitif serta mengizinkan para pengawas internasional. Sebagai gantinya, beragam sanksi ekonomi yang melumpuhkan Iran, akan dicabut.

Akan tetapi, Presiden Donald Trump mengabaikan kesepakatan itu pada 2018. Trump beralasan dirinya ingin memaksa Iran merundingkan kesepakatan baru yang akan membatasi program nuklir hingga batas waktu tak tertentu sekaligus menghentikan pengembangan rudal balistik Iran.

Iran menolak langkah Trump dan sejak itu secara bertahap melonggarkan komitmennya dalam kesepakatan 2015.