Masalah Akut Dihadapi Sean Gelael di GP2 Musim Ini
Selasa, 2 Agustus 2016 - 20:11 WIB
Sumber :
- Tim Jagonya Ayam with Carlin
VIVA.co.id - Pembalap muda Indonesia yang membela Pertamina Campos Racing, Muhammad Sean Gelael, mengungkapkan kesulitannya di GP2 musim ini. Sean menyatakan, hingga kini masih belum menemukan racikan yang pas untuk mobilnya.
Performa Sean di musim pertamanya dalam ajang GP2, memang tak stabil. Sempat naik podium di GP2 Austria, Sean justru kesulitan bersaing di tiga seri berikutnya. Bahkan, ketika mengaspal di Hockenheimring, Sean sempat gagal finis.
Baca Juga :
Performa Sean di musim pertamanya dalam ajang GP2, memang tak stabil. Sempat naik podium di GP2 Austria, Sean justru kesulitan bersaing di tiga seri berikutnya. Bahkan, ketika mengaspal di Hockenheimring, Sean sempat gagal finis.
"Musim ini menjadi yang pertama bagi saya di GP2. Masalah yang saya hadapi adalah racikan dalam mobil. Karakter setiap sirkuit berbeda-beda. Tak semua karakter sirkuit dipahami oleh tim," kata Sean saat ditemui di Sirkuit Sentul, Selasa 2 Agustus 2016.
Meski begitu, Sean mengaku cukup puas dengan perkembangannya di GP2. Dalam tujuh seri, target utamanya sudah tercapai, menembus posisi 15 besar.
Ya, saat ini, pembalap 19 tahun tersebut bercokol di posisi 14 dengan koleksi 24 poin. Perolehan poin Sean bisa saja bertambah.
Sebab, masih ada empat seri yang tersisa. Dan waktu yang dimiliki Sean untuk menyiapkan diri menghadapi empat seri tersebut, cukup panjang, tiga pekan.
"Sekarang fokus saya adalah menyelesaikan empat balapan tersisa. Saya berharap semua bisa dilalui dengan baik. Tugas selama libur tiga pekan, menemukan racikan yang pas. Saya juga harus beradaptasi dengan karakter ban Pirelli yang baru," ujar Sean.
Ayah Sean yang juga bos Tim Jagonya Ayam, Ricardo Gelael, menyatakan anaknya tak akan berlama-lama menikmati liburan di Indonesia. Sean akan kembali ke Valencia pada pertengahan Agustus 2016 nanti untuk berlatih dengan simulator serta menyesuaikan racikan mobil.
"Kami terus mendorong tim Campos untuk bekerja agar racikan mobil menjadi lebih baik. Memang masalahnya di sana," ujar Ricardo.