Permintaan Maaf Ridwan Kamil ke Warga Palembang soal LRT

Gubernur Jabar Ridwan Kamil di acara konferensi pers Y20
Sumber :
  • VIVA/Natania Longdong/Zoom

VIVA Nasional – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil melayangkan permohonan maaf kepada warga Palembang atas kesalahfahaman soal LRT. Ridwan Kamil menilai, kutipan media pada saat diskusi studi pembangunan Jababeka tidak utuh.

Ridwan menuturkan dalam akun media sosial Instagram-nya, jika poin diskusi studi pembangunan di Jababeka terkait studi - studi kasus transportasi dianggap kurang berkenan.

"Kutipan media tidak menampilkan urutan keseluruhan diskusinya secara utuh sehingga disalahpahami," ujarnya, Senin 24 Oktober 2022.

Light Rail Transit (LRT) di Palembang sudah beroperasi.

Photo :
  • ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Konteksnya, menurut Ridwan Kamil, dalam diskusi, ada developer di Bekasi-Karawang tiba - tiba meminta dibangunkan MRT. "Saya menjawab dgn berargumentasi : MRT itu mahal sekali, 1 Trilyun per KM. Tidak ada anggaran pemerintah daerah yang sanggup kecuali DKI mungkin," katanya.

Kedua, lanjut Ridwan, populasi harus besar supaya penuh dan balik modal cepat. Kemudian, harus terkoneksi dengan feeder dan jaringannya harus luas. Jika populasi sedikit nanti ada tantangan seperti LRT Palembang yang kondisi ridershipnya penumpang hariannya belum maksimal (berdasarkan penglihatan saya saat kunjungan terakhir).

"Diskusi di Jababeka itu sifatnya akademis membahas plus minus pembangunan indonesia dari zaman dulu sampai dengan sekarang. Bukan format tanya jawab dengan media," terangnya.

"Mungkin kebiasaan saya sebagai mantan dosen yang selalu berargumen dengan memberi contoh studi kasus. Suka lupa bahwa dalam berstatemen akademik, melekat jabatan saya sebagai pemimpin daerah," tambahnya.

"Sehingga ada kritikan “urus aja atuh jabar, jangan sok komen pembangunan daerah lain”. Kritikan itu saya terima dengan lapang dada," lanjut Ridwan.

Light Rail Transit (LRT) di Palembang sudah Beroperasi

Photo :
  • ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Ridwan juga memaklumi jika argumennya jadi polemik bahkan menyinggung. "Namun jika itu kurang berkenan dan keliru, sekali lagi saya haturkan permohonan maaf. Mungkin saya harus update dan jalan - jalan lagi ke Kota Palembang yang pembangunannya memang keren, pesat dan luar biasa," terangnya.