Ajaib, Satu Orang Selamat dari Kecelakaan Maut Toyota Kijang di Tuban
- U-Report
VIVA – Satu penumpang Toyota Kijang bernomor polisi K 8824 BE yang mengalami kecelakaan maut di jalur pantai utara Tuban-Semarang KM 12 di Desa Beji, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, pada Senin siang, 7 September 2020, selamat tanpa luka. Sementara enam rekannya dalam kendaraan yang sama tewas di lokasi kejadian.
Baca juga: Toyota Kijang Tabrak Truk di Tuban, Enam Tewas
Korban selamat tanpa luka itu ialah Sudarmoko (29 tahun), warga Desa Dingil, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Tuban. "(Korban) selamat sudah kita amankan. Tidak ada luka sama sekali. Kalau shock, ya, shock," kata Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Tuban, Ajun Komisaris Polisi Argo Budi Sarwono, dihubungi wartawan.
Adapun enam orang yang menumpangi satu mobil meninggal dunia di lokasi kejadian. Mereka yang meninggal ialah pengemudi mobil bernama Ismail (43 tahun), Kadi (59 tahun), Sumini (58 tahun), Adem (62 tahun), Jinah (69 tahun), dan Darmilah. Mereka semua warga satu desa, yaitu Desa Dingil, Kecamatan Jatiroto, Tuban.
Berangkat dari Jatiroto, rombongan tujuh orang itu berencana untuk menjenguk anak dari salah satu korban yang sakit dan dirawat di RSUD Soekma, Tuban. Bersama pengemudi, Sudarmoko yang selamat berada di sisi kiri depan, di samping kiri. Adapun lima penumpang lainnya berada di bagian tengah dan belakang mobil. "Yang selamat berada di depan kiri," ujar Argo.
Mobil melaju kencang dari arah barat ke timur. Sesampai di lokasi kejadian, mobil berusaha menyalip kendaraan di depannya. Baru saja moncong Kijang bergeser ke lajur kanan, sebuah truk bernomor polisi S 8252 HJ muncul dari arah berlawanan, juga dengan kecepatan tinggi. Tabrakan pun tak terhindarkan. "Pengemudi truknya juga selamat, sehat walafiat," kata Argo.
Sebelumnya, Kepala Kepolisian Resor Tuban Ajun Komisaris Besar Polisi Ruruh Wicaksono mengatakan, petugas langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengetahui secara pasti penyebab kecelakaan tersebut. "Dicek di lokasi apa ada bekas remnya dan lain sebagainya," ujarnya. (lis)