Ahok Lontarkan Kritik Pedas Soal KJP Plus
- Ichsan/VIVA.co.id
VIVA.co.id – Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, mengatakan, ada kemunduran dalam penerapan Kartu Jakarta Pintar Plus yang digadang-gadang oleh calon penggantinya, Anies Rasyid Baswedan. Kemunduran yang dimaksud adalah konsep di mana KJP Plus bisa digunakan untuk tarik tunai.
Sebelumnya, dalam program KJP yang pertama kali diluncurkan oleh Joko Widodo saat menjabat Gubernur DKI Jakarta pada 2012 lalu, KJP hanya bisa digunakan untuk pembayaran non-tunai. Semua transaksi dapat dilacak melalui sistem perbankan.
"Saya cuma menyayangkan, kalau waktu kampanye kemarin, Pak Anies menjanjikan, kalau dia jadi gubernur, seluruh KJP itu boleh ditarik tunai. Kalau ditarik tunai, semua kita enggak bisa baca, kalau anak-anak ini beli apa," kata Ahok di Balai Kota, Sabtu 6 Mei 2017.
Ia pun menerangkan, bahwa pemerintah sudah bekerja sama dengan Bank Indonesia untuk menuju masyarakat non-tunai. Tujuannya, untuk meningkatkan literasi keuangan agar masyarakat terbiasa menggunakan non-tunai dalam transaksi sehari-hari (cashless banking).
"Karena, uang tunai ini juga ada biaya uangnya. Cetak uang, rusak uang, menghitung uang, itu ada uangnya," ujar dia.
Lebih jauh, Mantan Bupati Belitung Timur itu mengatakan, jika KJP menggunakan uang tunai, maka transaksi dan penggunaan uangnya oleh pengguna tidak akan tercatat. Sehingga, pengawasannya akan menjadi lemah.
"Kalau kamu beli tunai, semuanya enggak kecatat kamu belanja apa. Nah, kalau kamu pakai KJP, itu bisa kami kontrol. Kalau itu dilepas (tunai), bisa-bisa setahun duitnya sudah habis," tuturnya.