Delapan Jasad Dievakuasi dari Terowongan yang Banjir di Korsel

Petugas melakukan operasi pencarian dan penyelamatan di terowongan bawah tanah yang terendam banjir di Cheongju, Korea Selatan (16/7/2023).
Sumber :
  • Antara FOTO.

Seoul – Delapan mayat korban dievakuasi dari terowongan bawah tanah yang terendam banjir di Cheongju, Korea Selatan, pada Minggu 16 Juli 2023, kata pihak berwenang di negara itu. Jumlah korban tewas akibat bencana itu telah mencapai 37 orang.

Diperkirakan 15 kendaraan, termasuk satu bus, terendam di underpass itu setelah tanggul sungai di dekatnya jebol akibat tidak sanggup menahan guyuran hujan deras pada Sabtu, kata Seo Jeong-il, kepala dinas pemadam kebakaran kota itu.

Rekaman kamera mobil memperlihatkan air berlumpur mengalir deras ke dalam terowongan ketika seorang pengemudi berhasil keluar dari terowongan itu. Rekaman CCTV yang disiarkan stasiun TV lokal MBC menunjukkan kendaraan-kendaraan melintasi terowongan itu dengan roda terendam air.

Petugas pemadam kebakaran melakukan upaya pencarian dan penyelamatan korban tanah longsor akibat hujan deras di Yecheon, Korea Selatan, Sabtu (15/7//2023).

Photo :
  • Antara FOTO.


"Target kami adalah menyelesaikan pengurasan (air) dan pencarian (hari ini)," kata Seo kepada media.

Jumlah korban tewas di terowongan itu sembilan orang, satu di antaranya dievakuasi pada Sabtu, katanya. Seorang warga Cheongju bernama Kong Seong-pyo (60), yang sering melintasi underpass tersebut, mengatakan pemerintah seharusnya membatasi akses ke terowongan itu saat banjir diperkirakan akan terjadi.

"Jika saya terjebak di sana, saya mungkin juga akan mati. Saya tidak bisa berkata-kata mengungkapkan perasaan frustrasi ini," kata Kong kepada Reuters.

Seorang pejabat provinsi Chungcheong Utara berdalih bahwa tanggul sungai jebol sebelum curah hujan mencapai level yang mengharuskan pembatasan akses ke terowongan tersebut.

Kementerian Dalam Negeri dan Keselamatan mengatakan sembilan orang dilaporkan hilang di seluruh Korsel hingga pukul 18.00 (16.00 WIB) akibat longsor dan banjir. Pihak berwenang telah memerintahkan evakuasi terhadap 8.852 orang.

Presiden Yoon Suk Yeol, yang sedang melawat ke luar negeri, mengadakan pertemuan darurat secara daring. Dia mengatakan sejumlah wilayah gagal mengantisipasi cuaca ekstrem.

Dia memerintahkan Perdana Menteri Han Duck-soo untuk mengerahkan semua sumber daya guna meminimalisasi jumlah korban jiwa. Yoon juga mendesak Badan Meteorologi Korea untuk segera merilis prakiraan cuaca karena hujan deras diperkirakan akan berlanjut dalam beberapa hari mendatang, menurut kantor presiden.

Badan itu mengatakan bahwa Korsel bagian tengah dan selatan bisa diguyur hujan hingga 300 milimeter hingga Selasa. Meski sering dilanda hujan deras pada musim panas, Korsel telah mencatat peningkatan drastis hujan lebat dalam beberapa tahun terakhir.

Operator kereta api Korea Railroad Corp telah menghentikan semua perjalanan reguler dan beberapa jadwal kereta cepat sejak Sabtu karena khawatir dengan tanah longsor, rel terendam, dan longsoran batu. (Ant/Antara)